Blitar
Program Gubernur Terpilih, Direncanakan Uang SPP SMA Dan SMK Gratis Mulai Tahun Depan
Sudah ada sosialisasi dari provinsi soal penggratisan uang SPP untuk SMA dan SMK mulai tahun depan. Sekarang sedang dilakukan pendataan
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Blitar, Suhartono menginformasikan, uang SPP untuk siswa SMA dan SMK rencananya digratiskan mulai tahun depan (2019). Menurutnya, penggratisan SPP itu merupakan program baru dari Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa.
"Kami sudah dapat sosialisasi dari provinsi soal penggratisan uang SPP untuk SMA dan SMK mulai tahun depan. Sekarang kami sedang melakukan pendataan," kata Suhartono, Selasa (25/9/2018).
Dikatakannya, dinas hanya menggratiskan uang SPP saja. Besaran uang SPP masing-masing daerah berbeda-beda sesuai dengan surat edaran dari Gubernur. Dia mencontohkan, besaran uang SPP untuk SMA di Kabupaten Blitar Rp 70.000 per bulan, sedangkan besaran uang SPP di Kota Blitar Rp 80.000 per bulan.
"Tahun ini para siswa SMA masih dibebani membayar uang SPP, tapi mulai tahun depan rencananya akan digratiskan," ujar Suhartono.
Selain itu, kata Suhartono, dinas juga akan memberikan uang kesejahteraan untuk semua guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) mulai 2019. Saat ini, GTT dan PTT yang mendapatkan uang kesejahteraan hanya sudah memiliki masa kerja di atas lima tahun.
"Rencananya, tahun depan, semua GTT dan PTT akan mendapatkan uang kesejahteraan sebesar Rp 750.000 per bulan. Sekarang yang mendapat uang kesejahteraan dari provinsi hanya yang masa kerjanya di atas lima tahun," katanya.
Menurut Suhartono, tahun ini, para siswa SMA dan SMK juga batal mendapatkan seragam gratis. Dinas tidak mengalokasikan anggaran pengadaan seragam gratis untuk siswa pada tahun ini. Padahal, tahun lalu (2017), dinas memberikan seragam gratis abu-abu putih dan pramuka ke siswa.
"Tahun ini memang tidak ada anggaran untuk pengadaan seragam gratis siswa. Kami sudah sosialisasikan ke lembaga agar memberitahu wali murid untuk membeli seragam sendiri. Tapi, tahun depan (2019), rencananya ada pemberian seragam gratis lagi," tutur Suhartono.