8 Desainer Pamerkan Karya di Moslem Fashion Festival ke-9 pada 12-14 Oktober 2018

8 desainer ternama menggelar Moslem Fashion Festival (MFF) ke-9 pada 12-14 Oktober di atrium Royal Plaza, Surabaya.

8 Desainer Pamerkan Karya di Moslem Fashion Festival ke-9 pada 12-14 Oktober 2018
sudarma adi
Moslem Fashion Festival 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Perkembangan tren busana muslim seiring dengan teknologi yang terus bergerak maju.

Ini yang mendasari 8 desainer muslim ternama mengangkat tema besar Neo Moda dalam Moslem Fashion Festival (MFF) ke-9 yang digelar 12-14 Oktober 2018 di atrium Royal Plaza, Surabaya.

Dalam ajang festival busana muslim tahunan yang digelar selama tiga hari itu, selain 8 desainer busana muslim ternama, juga akan ada tampilan busana Gee Batik by Sugeng Waskito. Belasan desainer yang ikut pameran di ajang MFF ini juga akan menampilkan busana muslim terbarunya.

“Untuk MFF kali ini terkait dengan tren busana yang berkembang pada 2019-2020, dimana batas antara virtual reality dengan realitas sehari-hari makin kecil. Ini dijabarkan dengan Neo Moda,” jelas Deni Juardi, Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jatim di Royal Plaza, Selasa (25/9).

Sedangkan Ketua Pelaksana MFF ke-9, Lita Berlianti menjelaskan, manusia dan mesin tak lagi berseberangan. Makanya, era di mana bantuan mesin atau robot jadi bagian dari kehidupan manusia, termasuk bidang fashion.

“Di sini, teknologi bertemu dengan kecerdasan buatan, fantasi, kreativitas menumbuhkan bahasa desain baru. Itu terlihat dari inovasi material dengan bantuan teknologi mewarnai tema ini, termasuk bentuk abstrak, fleksibel dan dinamis, serta warna silver dan dingin,” paparnya.

Dari tema besar Neo Moda ini, muncullah karya busana yang lebih spesifik, namun tak lepas dari itu. Seperti busana garapan Lita Berlianti yang bertajuk Khalifah. Busana ini terinpirasi dari keinginan mencari pemimpin yang jujur dan amanah.

Untuk itu, dia jabarkan itu ke dalam 8 busana dengan tiga warna dominan, yakni putih, abu-abu dan biru tosca.

“Putih melambangkan kejujuran, abu-abu menunjukkan fathonah, dan tosca adalah amanah,” ujarnya.

Sementara desainer lain, Lilik Suhariyati mengangkat tajuk The Eccentric Light. Dia terinspirasi cahaya atau warna putih, adalah warna kesucian dan abadi. Warna putih juga adalah warna yang selalu up to date. “Muslim juga tak lepas dari warna putih,” katanya.

Dari 8 busananya itu, dia menggunakan bahan tille renda, organza tiga dimensi dan satin. Memakai manipulating fabric, dia menggunakan hijab teknik smoke, dengan tekstur sifon jeruk tiga dimensi. “Ini cocok dipakai pada usia 25-40 tahunan,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved