Sumatera Utara

Juragan Toko PlayStation Akhirnya Mohon Ampun Pada Anggota TNI AU di Medan

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Anggota TNI AU Lanud Soewondo, kepada korban Muhammad Chalid," ujarnya, Selasa (25/9/2018).

Juragan Toko PlayStation Akhirnya Mohon Ampun Pada Anggota TNI AU di Medan
Tribun Medan/M Fadli
JURAGAN TOKO PLAYSTATION - Jhoni (kaus hitam) meminta maaf kepada pihak TNI AU atas penganiayaan kepada Pelda Muhammad Chalik (45), anggota Lanud Soewondo, Selasa (25/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, MEDAN - Juragan toko PlayStation di Medan, Jhoni, akhirnya meminta maaf setelah menghajar anggota TNI AU Lanud Soewondo, Pelda Muhammad Chalik (45).

Jhoni melakukannya bersama juru parkir di toko PlayStation Tomb Raider miliknya di Jalan Brigjend Hamid Nomor 36, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Minggu (23/9/2018).

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Anggota TNI AU Lanud Soewondo, kepada korban Muhammad Chalid," ujarnya, Selasa (25/9/2018).

Danlanud Kolonel (Pnb) Dirk Poltje Lengkey mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat anak Pelda Muhammad Chalik mengantarkan PlayStation untuk diservis di toko tersebut.

Setelah dia pulang, pihak toko kembali menghubungi anak Chalik dengan mengatakan, PlayStation tersebut tidak bisa diperbaiki.

"Jadi sang anak tersebut kembali ke toko untuk mengambil kembali PS miliknya. Namun pihak toko meminta si anak untuk bayar Rp 100.000 untuk biaya administrasi. Karena tak membawa uang, dia kembali ke rumah dan menceritakan kepada sang ayah," ujarnya.

Menurut Danlanud, Chalik langsung mendatangi toko untuk menanyakan kepada pemiliknya alasan mereka harus membayar padahal tidak bisa diperbaiki.

"Setelah ditanya Pelda Muhammad Chalik ternyata Rp 100.000 tersebut untuk biaya kuitansi dan check-in trouble. Tak terima, dia pun langsung protes," kata Lengkey.

Diduga berawal dari kejadian tersebut, pemilik toko yang diketahui bernama Jhoni dan petugas jaga parkir bernama Jaya (38) langsung menyekap korban ke dalam ruko miliknya sembari memukulinya. tribun medan

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help