Malang Raya
Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko Sidak di Sejumlah Tempat, Begini Reaksi Dinas-Dinas Terkait
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko melakukan sidak di dua dinas pada hari kedua kerja mereka
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko melakukan sidak di dua dinas pada hari kedua kerja mereka, Rabu (26/9/2018).
Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan menjadi tujuan sidak dari pasangan wali kota dan wakil wali kota yang baru dilantik Senin kemarin itu.
Pertama, Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko melakukan sidak ke kantor Dinas Sosial Kota Malang di Jl Raya Sulfat no 12, Blimbing Kota Malang.
Pada kesempatan tersebut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang melihat pelayanan di kantor Dinsos kota Malang. Termasuk juga mereka menemui komunitas lansia yang tengah melakukan kegiatan di kantor Dinsos kota Malang.
Kedatangan Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko tentu saja membuat kaget dari pihak Dinas Sosial Kota Malang. Pasalnya sebelumnya tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Belum lagi pada saat bersamaan kepada Dinas Sosial Kota Malang tengah tidak ada ditempat lantaran menghadiri agenda rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang.
"Terus terang saja kami sedikit kaget dengan kedatangan pak Wali Kota yang tiba-tiba," ucap Sekretaris Dinas Sosial Kota Malang, Pipih Triastuti, Rabu (26/9/2018).
Lebih lanjut, Pipih menambahkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi fokus pertanyaan dari orang nomor satu di Kota Malang tersebut. Utamanya adalah mengenai data kemiskinan yang ada di kota Malang.
"Fokus utama pak wali kota dan wakil wali kota tadi adalah mengenai data kemiskinan yang ada di kota Malang berapa dan program yang disiapkan. Kedepan pak Wali meminta untuk pelayanan lebih ditingkatkan lagi," kata Pipih.
Setelah melakukan sidak di kantor Dinas Sosial Kota Malang, Wali kota dan Wakil Wali Kota Malang melanjutkan sidak ke Kantor Dinas Kesehatan Kota Malang di Jl Simpang LA Sucipto no 45. Di sana Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko melihat data masyarakat miskin yang sudah terdaftar di BPJS dan belum.
Inventarisir data itu dilakukan oleh Pemkot Malang demi bisa mendapatkan data akurat mengenai masyarakat miskin Kota Malang. Sehingga nantinya dalam menjalankan program yang sudah dicanangkan, bisa benar-benar tepat sasaran kepada yang membutuhkan.
"Tadi Pak Wali dan Pak Wawali sudah melihat langsung data yang kami miliki. Kami juga sudah terhubung dengan Dispendukcapil dan Dinsos, dan BPJS," terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi.
Tak hanya itu saja, Wali Kota Malang meminta bahwa sudah adanya koneksi antar dinas yang terjadi di kota Malang lebih memudahkan dalam inventarisi data. Utamanya untuk warga miskin yang sebelumnya belum mendapat jaminan kesehatan.
"Sehingga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang menggunakan surat pernyataan miskin (SPM). Karena ke depan mereka hanya perlu meminta surat keterangan RT,RW lalu mendaftar ke kelurahan. Setelah itu kelurahan akan melaporkan ke Dinas Sosial dan akan langsung didaftarkan sebagai peserta JKN PBID," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang ingin ia pastikan dari sidak tersebut. Utamanya terkait data masyarakat miskin yang ada di Kota Malang. Apakah data yang ada di Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan sudah sesuai atau tidak. Sebab, hal itu nanti berkaitan dengan program yang akan dilakukan oleh pemkot Malang.
"Ini memang menjadi fokus utama kami dalam 99 hari kerja pertama. Kami ingin menginventarisir data base. Jadi memang dalam beberapa hari ini kami fokus mengumpulkan data seakurat mungkin," terangnya.