Banyuwangi

Tanpa Pembalap Iran, International Tour de Banyuwangi Ijen akan Lebih Kompetitif

Rute ini akan ditempuh dengan melalui rute datar, rolling (naik turun) serta tanjakan hingga 1.800 m di atas permukaan laut (dpl).

Tanpa Pembalap Iran, International Tour de Banyuwangi Ijen akan Lebih Kompetitif
International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI). 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI – Dalam enam kali penyelenggaraannya, gelar jawara International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) selalu didominasi pembalap-pembalap Eropa dan Iran.

Dua pembalap Asia, Mirsamad Pourseyedi (Iran) dan Ki Ho Choi (Hong Kong), memang menjuarai dua edisi pertama. Tapi setelah itu, pembalap Eropa lebih sering mencatatkan namanya sebagai yang tercepat.

Dominasi pembalap Benua Biru dimulai dari Peter Pouly (Prancis) yang langsung back to back juara dari 2014 dan 2015. Sempat lepas ke tangan pembalap Australia, Jai Crawford, pada 2016, tahun lalu mahkota ITdBI kembali jatuh ke tangan pembalap Eropa. Pembalap Italia Davide Rebellin menjadi juara dengan menyisihkan tim-tim Iran yang dikenal kuat di tanjakan.

ITdBI edisi 2018 yang digelar mulai Rabu (26/9) hingga Sabtu (29/9), tampaknya bakal kembali menjadi arena favorit pembalap Eropa.

Apalagi, tim-tim Iran sedang absen. Termasuk tim Iran yang menjadi juara ITdBI tahun lalu yakni Pishgaman Cycling Team. Ini dikarenakan jadwal penyelenggaraan ITdBI bersamaan dengan kejuaran sepeda di Iran.

“Tahun ini, tim asal Iran absen di ITdBI karena ada kejuaraan serupa yang bersamaan di negaranya,” kata Event Director ITDBI 2018 Jamaluddin Mahmood, Selasa (25/9).‎

Para pembalap Eropa seperti Thomas Lebas (Prancis) dan Salvador Guardiora (Spanyol) bakal menjadi rekan setim yang menguntungkan Team Kinan. Sebab, dua-duanya spesialis tanjakan.

Khusus untuk Lebas, pembalap 32 tahun itu pernah menjuarai Le Tour de Filipinas 2015, Tour de Hokkaido 2013, Tour de Flores 2017, dan Tour de International de Setif 2014. Lebas yang pernah “magang” di tim Pro Tour, Cofidis, itu tak hanya spesialis juara umum, tapi juga juara balapan yang umumnya berlangsung 3-4 hari.

“Kemampuannya pada jalur tanjakan sangat perlu diwaspadai,” kata Jamal.

Selain dua pembalap tersebut, beberapa nama pembalap climber lainnya antara lain Edgar Nohales Nieto yang kali ini datang bersama Ningxia Sports Lottery. Nieto termasuk rutin mengikuti ITdBI dengan beragam tim meski nasibnya tak selalu mujur. Tahun lalu bersama 7Eleven-Roadbike Philippines dia gagal karena faktor teknis.

Halaman
123
Tags
Banyuwangi
Penulis: Haorrahman
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help