Blitar

Wujud Solidaritas, Guru Honorer Di Kota Blitar Gelar Doa Bersama Berharap Bisa Ikut Tes CPNS

Kami tidak ikut aksi mogok mengajar maupun turun ke jalan. Tapi, kami menggelar aksi solidaritas dengan cara doa bersama

Wujud Solidaritas, Guru Honorer Di Kota Blitar Gelar Doa Bersama Berharap Bisa Ikut Tes CPNS
surya malang/Samsul Hadi
Sejumlah guru honorer sekolah negeri di Kota Blitar menggelar doa bersama di aula Kecamatan Kepanjenkidul, Rabu (26/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sejumlah guru honorer sekolah negeri di Kota Blitar menggelar doa bersama di aula Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, Rabu (26/9/2018). Doa bersama ini sebagai bentuk aksi solidaritas untuk guru honorer di beberapa daerah yang sedang memperjuangkan nasib agar bisa diangkat menjadi PNS.

"Kami tidak ikut aksi mogok mengajar maupun turun ke jalan. Tapi, kami menggelar aksi solidaritas dengan cara doa bersama," kata Koordinator Forum Guru Honorer Kota Blitar, Arif Bahana.

Doa bersama diikuti sekitar 300 guru honorer sekolah negeri di Kota Blitar. Dalam acara doa bersama itu, panitia juga mengundang perwakilan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar. Setelah mengadakan doa bersama, mereka berdiskusi dengan perwakilan dari BKD.

Arif menjelaskan para guru honorer di Kota Blitar statusnya bukan termasuk kategori dua (K2). Mereka diangkat direkrut oleh masing-masing sekolah. Meski bukan termasuk guru honorer K2, mereka juga terdampak dengan pembatasan usia dalam rekrutmen CPNS 2018.

Sesuai aturan, usia guru honorer yang boleh ikut CPNS maksimal 35 tahun. Sedangkan usia guru honorer di Kota Blitar rata-rata di atas 35 tahun.

"Di Kota Blitar memang tidak ada formasi khusus untuk honorer K2. Tapi, kami juga ingin ikut CPNS lewat jalur umur. Karena ada batasan usia, sebagian banyak guru honorer tidak bisa ikut," ujarnya.

Selain itu, mereka juga meminta kejelasan nasib ke Pemkot Blitar. Sebab, status para guru honorer masih menggantung. Mereka khawatir, setelah ada rekrutmen guru pada CPNS 2018 ini, posisi para guru honorer akan tergeser.

Soal kesejahteraan, kata Arif, guru honorer di Kota Blitar sudah lebih baik dari sebelumnya. Selain mendapat honor dari sekolah, para guru honorer juga mendapat insentif dari Pemkot Blitar. Besaran insentif untuk guru honorer Rp 500.000 per bulan.

"Besaran insentif untuk guru honorer dari Pemkot Blitar tahun ini naik dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu insentifnya hanya Rp 250.000 per bulan, sekarang naik menjadi Rp 500.000 per bulan," katanya.

Kepala BKD Kota Blitar, Suyoto mengatakan, memang tidak ada formasi khusus honorer K2 dalam rekrutmen CPNS 2018 di Kota Blitar. Menurutnya, saat ini sudah tidak ada guru honorer K2 di Kota Blitar. Para guru honorer K2 di Kota Blitar sudah diangkat menjadi PNS pada 2013.

"Guru honorer yang ada sekarang itu bukan termasuk K2. Mereka direkrut oleh masing-masing sekolah," katanya.

Soal aturan pembatasan usia dalam rekrutmen CPNS, kata Suyoto, merupakan aturan dari pemerintah pusat. Tetapi, BKD tetap menampung usulan para guru honorer untuk disampaikan ke pemerintah pusat. "Kalau ada perubahan soal aturan itu, kami segera menyampaikannya ke para guru honorer," ujarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help