Malang Raya

Bersih Desa Polowijen untuk Mewarisi dan Melestarikan Budaya

Punden makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni dan situs sumur Windu Ken Dedes yang menjadi Situs Cagar Budaya di Polowijen.

Bersih Desa Polowijen untuk Mewarisi dan Melestarikan Budaya
Punden makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni dan situs sumur Windu Ken Dedes yang semuanya menjadi Situs Cagar Budaya di Polowijen 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Pagi hari sekira pukul sembilan, tampak ratusan warga Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, berduyun-duyun memadati area makam Polowijen.

Satu persatu ibu-ibu yang sebagian membawa anak kecil masuk ke area cungkup situs budaya Joko Lolo yang biasa di sebut dengan Petren sambil menaruh makanan, seperti nasi kotak, nasi bakul, nasi tumpeng dan sejenisnya. Semua makanan dikumpulkan jadi satu di gazebo, lalu ibu-ibu itu duduk memadati area sambil menunggu acara dimulai.

Suasana dengan penuh khidmat dan hening menandai acara dimulai. Di bawah pohon beringin besar yang rindang berada didalam area Petren ternyata tidak mampu menampung semua warga yang mengikuti acara selamatan. Sebagian yang lain meluber di luar area Petren dan di sela-sela makam umum ada pula di jalan. Satu persatu mengikuti dan mendengarkan rangkaian acara yang semuanya menggunakan bahasa jawa kromo khas Malangan.

Panitia Bersih Desa Polowijen 2018, Ki Demang mengatakan, upacara tasyakuran dan selametan di Petren Nyekar di punden merupakan kegiatan ritual tradisi Polowijen mengawali rangkaian bersih desa yang sudah lama ada.

Meskipun asal muasalnya masyarakat tidak tahu persis kapan awal mula dimulainya selametan di petren, yang jelas setiap tahun Jawa Bulan Suro Jumat Legi warga sekitar makam Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbling Kota Malang selalu melaksanakannya sebagai upaya untuk mewarisi tradisi dan melestarikan budaya di Polowijen.

“Bahwa selametan di Petren dan Nyekar di Punden merupakan upacara tasyakuran seluruh warga Polowijen agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Ki Demang di Polowijen, Jumat (28/09/2018).

Punden makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni dan situs sumur Windu Ken Dedes yang semuanya menjadi Situs Cagar Budaya di Polowijen, Kota Malang.
Punden makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni dan situs sumur Windu Ken Dedes yang semuanya menjadi Situs Cagar Budaya di Polowijen, Kota Malang. ()

Ki Demang mengatakan, selamatan di Petren dan Nyekar di Punden merupakan upacara ritual tradisi sebagai awal pembuka acara Bersih Desa Polowijen 2018 bertema ‘Panawijen Bangkit’.

“Pada Minggu (30/09), akan dilaksanakan Karnaval dan Kirab Budaya Polowijen yang diperkirakan akan diikuti lebih dari 4 ribu warga Polowijen. Sabtu (6/10), akan dilangsungkan Gebyak Wayang Topeng Polowijen dan wayang kulit. Sebagai acara pamungkas, akan dilangsungkan pengajian akbar pada Sabtu (13/10/2018).

M. Rofiq selaku sekretaris lurah Polowijen mengapresiasi acara yang cukup sederhana ini. Menurutnya, masyarakat Polowijen menyadari penuh pentingnya mewarisi dan melestarikan budaya yang telah ada sebelumnya di Panawijen.

Punden makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni dan situs sumur Windu Ken Dedes yang semuanya menjadi Situs Cagar Budaya di Polowijen
Punden makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni dan situs sumur Windu Ken Dedes yang semuanya menjadi Situs Cagar Budaya di Polowijen ()

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga dalam kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian warga menjaga tradisi budaya dan lingkungan,” ujarnya.

Sebagai penghujung acara, doa bersama yang dipimpin oleh bapak Teguh dengan menyebutkan semua leluhur Polowijen. Mulai Eyang Purwa, Buyut Jibris dan Mbah Reni beserta para keturunannya.

Kemudian, dilanjutkan dengan pembagian makanan yang di kumpulkan kepada semua warga yang datang untuk di bawa pulang. Sebagian warga yang lain melanjutkan upacara nyekar di punden makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni dan situs sumur Windu Ken Dedes yang semuanya menjadi Situs Cagar Budaya di Polowijen. ADI H

Tags
Malang
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved