News

Update Gempa Tsunami Palu & Donggala, BNPB: Hari ini, Minggu (30/9), 832 Meninggal Dunia

Update Gempa Tsunami Palu & Donggala, BNPB: Hari ini, Minggu (30/9), 832 Meninggal Dunia

Penulis: Fakhri Hadi Pridianto | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews.com
Kondisi Pasca Gempa di Sulawesi Tengah 

SURYAMALANG.com - Jumat (28/9/2018), masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Donggala, Palu dan Mamuju dilanda bencana alam hebat.

Gempa disertai tsunami mengguncang kota Palu dan sekitarnya, pukul 17.02 WIB, atau sekitar 18.02 WITA.

Gempa berkekuatan 7,4 SR ini meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Palu dan Donggala.

Selain itu, gempa juga menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

Baca: Dewi Perssik & Meldi Perang di Medsos, Kali Ini Soal Sang Ayah yang Menangis Lihat Pertikaian Mereka

Baca: Launching Dua Buku, Achmad Dhofir Zuhry Angkat Kehidupan Pesantren dengan Cara Berbeda

Baca: Cara Ketua Umum Viking Persib Club (VPC) Kampanye Perdamaian Kelompok Suporter Persib dan Persija

Baca: Harapan Pelatih Persib Terkait Situasi Sepak Bola Indonesia Sekarang

Tsunami diperkirakan sampai ke daratan pada pukul 17.22 WIB atau 18.22 WITA

Banyak bangunan dan infrastruktur rusak parah. Bahkan beberapa permukiman rata dengan tanah.

Hingga Sabtu (29/9/2018), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak lebih dari 400 korban ditemukan meninggal dunia.

Selanjutnya 500 lebih orang terluka parah akibat terseret gelombang dan juga tertimpa reruntuhan puing-puing bangunan.

Tak hanya itu, puluhan orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian TIM SAR gabungan yang dikerahkan dan dikirim dari berbagai wilayah di Indonesia.

Belum lama ini, BNPB mengupdate temuan korban dalam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Sampai berita ini ditulis, tepatnya Minggu (30/9/2018), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan adanya penambahan jumlah korban bencana.

Baca: Sule Kuliah S2 di Kota Malang Pakai Uang dari Hasil Pengolahan Sampah

Baca: Bantu Recovery Warga Lombok Pasca Gempa, TNI Gelar Mandalika Internasional Marathon

Baca: Sopir Taksi Asal Kediri Diduga Dibunuh Saat Check In Bareng Cewek di Penginapan Sidoarjo

Baca: Penghuni Lapas Salat Gaib dan Kirim Doa untuk Korban Gempa Palu

Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah bertambah jadi 832 Orang.

"Ada 832 orang meninggal dunia terdiri di Kota Palu 821 orang dan Donggala 11 orang," kata Sutopo seperti dilansir SURYAMALANG.com dari artikel di Kompas.com yang berjudul 'BNPB: Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Jadi 832 Orang'.

Kebanyakan korban tewas akibat tertimpa bangunan dan tersapu tsunami.

Sutopo mengatakan, jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah karena pencarian dan evakuasi terus dilakukan.

Proses pencarian dan evakuasi korban hari ini fokus di Hotel Roa Roa yang runtuh, Ramayana, Pantai Talise, hingga perumahan Balaroa.

"Di Hotel Roa Roa diperkirakan ada 50-an orang korban," lanjutnya.

Sutopo mengatakan, operasi SAR tidak mudah karena terkendala listrik padam, minimnya fasilitas alat berat, hingga terputusnya akses menuju lokasi. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved