Bisnis

Apresiasi Positip Kinerja Bank Jatim Selama Kuartal Ketiga 2018

Diantara 9 BUMD yang memiliki supporting terbesar penerimaan PAD di Jawa Timur hanya Bank Jatim yang konsisten kinerja positif

Apresiasi Positip Kinerja Bank Jatim Selama Kuartal Ketiga 2018
surya malang/Bobby Constantine Koloway
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Anik Maslachah, ketika ditemui di Surabaya, Jumat (5/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Komisi C DPRD Jatim mengapresiasi kinerja Bank Jatim selama kuartal ketiga 2018. Berdasarkan penjelasan Ketua Komisi C DPRD Jatim, Anik Maslachah, kinerja bank BUMD tersebut menunjukkan kinerja positif.

Hal ini terungkap dari hasil evaluasi dan monitoring DPRD pada Rabu (3/10/2018) lalu. Menurutnya, salah satu predikat positif tersebut terlihat dari turunnya indek Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit macet di Bank Jatim.

Pada awal tahun di Januari lalu, NPL Bank Jatim masih di atas lima persen. "Padahal, Bank Indonesia menegarasio NPL ideal bagi sektor perbankan adalah lima persen," kata Anik kepada jurnalis ketika ditemui di Surabaya, Jumat (5/10/2018).

Apabila angka rasio yang semakin tinggi dari lima persen menandakan tingginya kredit macet dalam sebuah perbankan. "Namun, Bank Jatim berhasil menurunkan angka NPL di angka 4,25 persen yang sekaligus menunjukkan pertumbuhan positif," imbuhnya.

Namun, ia berharap bawa angka NPL tersebut masih dapat kembali diturunkan. Mengingat, angka ini masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio nasional yang berada di angka 2,79 persen pada kuartal lalu.

Selain itu, Anik menyebut Bank Jatim memiliki potensi memenuhi target tersebut. Sebab, di antara 9 BUMD yang memiliki supporting terbesar terhadap penerimaan anggaran daerah di Jawa Timur hanya Bank Jatim yang terus konsisten menunjukkan kinerja positif.

Bank Jatim sukses menembus angka 17,67 persen dari deviden yang diterima kan dari modal yang disetor. Selain Bank Jatim ada Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) yang sukses menembus angka di atas sepuluh persen.

"Sedangkan BUMD yang lain masih berada di bawah 3 persen. Hal ini ini sekaligus menjadi catatan positif dari kami terhadap Bank Jatim," kata Anik yang juga politisi dari Dapil Sidoarjo tersebut.

Selain itu, kinerja Bank Jatim yang mampu menjaga tren positif di bawah pelemahan mata uang rupiah yang masih berlangsung juga mendapat apresiasi. "Nilai akumulasinya masih bagus menurut Bank Indonesia dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," lanjutnya.

Untuk semakin meningkatkan kinerja tersebut, DPRD Jatim akan mengawal terbentuknya Unit Usaha Syariah (UUS) melalui terbentuknya Spin off atau membentuk usaha sendiri. "Namun kan syaratnya harus terpenuhi yaitu masuk ke buku dua (membentuk usaha sendiri)," kata Anik yang juga politiisi dari PKB ini.

Salah satu di antara syarat terbentuknya UUS tersebut, OJK memberikan syarat yakni harus terpenuhinya modal senilai Rp1,025 triliun. Dari modal tersebut, senilai Rp500 juta telah disiapkan oleh Bank Jatim, sementara sisanya akan diambilkan dari APBD.

"Kami ingin terjaga konsistensi Itu. Sebab saat ini, juga kompetitor bank itu sangat luar biasa. Sehingga, kita harus terus menjaga eksistensinya," pungkasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved