Universitas Brawijaya

Inovasi Mahasiswa Universitas Brawijaya, Lampu Tidur Bisa Bunuh Nyamuk

Namanya LAMPRE (Lamp Protector Eco-matic), sebuah inovasi lampu tidur multifungsi 6 in 1 menggunakan bahan baku sisik ikan dan tanaman nilam.

Inovasi Mahasiswa Universitas Brawijaya, Lampu Tidur Bisa Bunuh Nyamuk
Mahasiswa FPIK Universitas Brawijaya Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Pengetahuan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat inovasi lampu 6: 1.

Namanya LAMPRE (Lamp Protector Eco-matic), sebuah inovasi lampu tidur multifungsi 6 in 1 menggunakan bahan baku sisik ikan dan tanaman nilam.

Mereka adalah Aruma Hamida (Budidaya Perairan), Vetty Izza Ayurahma (Manajemen Sumberdaya Perairan) dan Winda Firdayanti (Teknologi Hasil Perikanan).

Mereka baru saja meraih juara 1 Internasional Call For Paper the 7th Javabusiness Competition di Universitas Telkom Bandung pada 29 September 2018 lalu.

"Ada tiga sub tema di call for paper itu. Kami di sub tema ekonomi bisnis," jelas Aruma, ketua tim pada suryamalang.com, Minggu (7/10/2018). Selain itu ada sub tema teknologi dan sosial.

Dari event itu hasilnya berupa produk. Dijelaskan Aruma, di dalam kegiatan perikanan, limbah sisik ikan sering tak termanfaatkan. Akhirnya ia membaca berbagai jurnal, jika sisik ikan itu mengandung bio plastik.

Limbah dimanfaatkan sebagai cover atau kap lampu tidur. Setelah direndam dengan kalsium karbonat dan dicampur dengan akrilik dan dicetak sebagai cover lampu. "Yang spesifiknya adalah ada alat ultra gelombang nano," kata dia. Sehingga menimbulkan seperti asap.

Sedang tananam nilam, lavender dan kulit jeruk setelah diekstrasi kemudian dicampur. Sehingga bisa menjadi aromaterapi. Dikatakan dia, LAMPRE terdiri atas dua hal besar yaitu cover dan mesin.

Pada bagian mesin ada semacam mangkok berisi cairan tiga jenis tanaman di atas dimana menghasilkan panas yang bisa menjadi asap. Sedang enam kelebihan lampu tidur itu adalah membunuh serangga/nyamuk, ramah lingkungan, aromaterapi, ecomatic, mengatasi insomnia dan futuristik.

Karena semua masih manual pembuatannya, kata Arum membuat alatnya masih mahal yaitu Rp 400.000 per unit. "Setelah ikut event di Bandung, kami juga dapat order," kata mahaiswa semester 5 ini. Sylvianita Widyawati

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved