Jendela Dunia

Ketahuan Bocorkan Data Pengguna, Google+ Akhirnya Ditutup

Namun, Google baru mengumumkannya ke khalayak pada Senin (8/10/2018) waktu setempat, melalui blog resminya

Ketahuan Bocorkan Data Pengguna, Google+ Akhirnya Ditutup
(SPENCER PLATT/AFP)
Ilustrasi Google 

SURYAMALANG.COM - Celah keamanan (bug) di media sosial Google+ mengekspos 500 ribu data pribadi pengguna.

Data itu mencakup nama, alamat e-mail, pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan data-data lain yang dimasukkan pengguna saat mendaftar.

Insiden keamanan ini sudah terjadi selama tiga tahun, dari 2015 hingga Maret 2018.

Namun, Google baru mengumumkannya ke khalayak pada Senin (8/10/2018) waktu setempat, melalui blog resminya.

Walau celah keamanan itu telah berhasil ditambal, namun Google memutuskan untuk menghentikan layanan jejaring sosialnya itu.

Ada alasan Google tutup mulut selama berbulan-bulan, pasca-memperbaiki celah keamanannya.

Menurut sumber dalam, Google tak ingin mengundang pengawasan ketat dari regulator.

Selain itu, Google juga ingin mengumumkan insiden ini jika manajemen internal sudah membuat keputusan yang bulat, yakni menutup Google+ untuk selama-lamanya.

“Kami akan menon-aktifkan Google+ untuk konsumen,” begitu tertera pada blog resmi Google, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (9/10/2018).

Project Strobe Bukan cuma persoalan keamanan yang memicu Google menutup Google+, tetapi juga kesadaran bahwa layanan tersebut tak memenuhi ekspektasi pengguna.

Halaman
12
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved