Malang Raya

140 Guru SD di Malang Raya Dilibatkan untuk Edukasi Gizi Siswa

Sebanyak 140 guru SD seMalang Raya mengikuti kegiatan pendidikan edukasi gizi buat para siswa

140 Guru SD di Malang Raya Dilibatkan untuk Edukasi Gizi Siswa
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan edukasi gizi bagi guru SD se Malang Raya di aula Dindik Kota Malang, Rabu (10/10/2018) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 140 guru SD seMalang Raya mengikuti kegiatan pendidikan edukasi gizi buat para siswa. Bentuknya training of trainer (ToT) bertempat di aula Dindik Kota Malang, Rabu (10/10/2018).

Acara ini melibatkan Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia dan Frisian Flag.

"Edukasi gizi buat anak sekolah penting. Supaya efektif, kami mengajar para guru di sekolah," jelas Ir Ahmad Syafiq MSc PhD dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan UI pada suryamalang.com di sela kegiatan.

Menurut dia, edukasi gizi harusnya tak hanya buat guru, juga teman sebaya juga orangtua.

Dengan dibantu lingkungan yang memperhatikan, maka sikap dan praktik gizi yang baik bisa dilaksanakan.

"Misalkan ketika menemui siswa atau anak yang kurang atau kelebihan gizi bisa bertindak," jelas dia.

Karena itu dalam pelatihan guru diajari cara mengukur status gizi anak agar sejak dini terdeteksi. Sehingga ada upaya untuk segera menanggulanginya.

Ditambahkan dia, secara umum literasi gizi pada masyarakat Indonesia rendah. Sehingga edukasi gizi penting dilakukab agar bisa disebarkan lagi.

Progran edukasi gizi anak usia sekolah lewat "Gerakan Nusantara" sudah dilakukan sejak 2013 dan telah menjangkau ke 1,3 juta siswa di Indonesia.

Harapan yang ingin dilakukan lewat edukasi ini adalah terjadinya perubahan perilaku. Tahun ini, sasarannya menjangkau tiga wilayah.

Yaitu NTT, Papua dan Jawa Timur di Kota Malang. Zubaidah, Kadindik Kota Malang berharap guru yang ikut ToT ikut menyebarluaskan apa yang didapat di acara ini. Misalkan ke komunitas guru di wilayahnya dan sekolah.

"Imbaskan pada yang lainnya," harapkan Zubaidah.

Dr drg Sandra Fikawati MPH dari UI di forum itu menyatakan guru perlu memiliki pengetahuan gizi agar bisa mengetahui status gizi siswanya. Caranya sederhananya dengan memantau lewat IMT (Indeks Masa Tumbuh). Pastikan juga alat pengukur tinggi badan dan timbangan akurasinya tinggi.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help