Malang Raya

Ini Langkah Pemkot Batu untuk Mengawal Perkembangan Pertanian Organik

Pemkot Batu terus mengawal perkembangan pertanian organik ini. Dari sembilan kawasan pertanian organik

Ini Langkah Pemkot Batu untuk Mengawal Perkembangan Pertanian Organik
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memanen hasil pertanian organik di Desa Sumberejo. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Sejak digencarkan pertanian organik dua tahun yang lalu, hingga saat ini masih belum banyak petani yang menerapkan pertanian organik.

Namun Pemkot Batu terus mengawal perkembangan pertanian organik ini. Dari sembilan kawasan pertanian organik saat ini bertambah menjadi 14 kawasan organik yang sudah tersertifikasi.

Sebanyak 14 kawasan itu adalah di Kecamatan Junrejo ada Desa Pendem, Kelurahan Dadaprejo, Desa Mojorejo, Desa Junrejo, Desa Beji, dan Desa Torongrejo. Kecamatan Batu ada Kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, dan Desa Sumberejo. Dan di Kecamatan Bumiaji ada Desa Gunungsari, Desa Pandanrejo, Desa Giripurno, Desa Tulungrejo, Desa Sumberbrantas.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kota Batu, Yayat Supriatna mengatakan jumlah itu akan bertambah.

"Ada empat desa yang akan disertifikasi, Desa Pesanggrahan, Desa Tlekung, Desa Bulukerto, dan Desa Sumbergondo. Masih proses, akhir tahun 2018 ini selesai," kata Yayat, Rabu (10/10/2018).

Untuk lolos sertifikasi, lanjut Yayat ada beberapa persyaratan dan kriteria agar lolos sertifikasi. Ia menyebutkan seperti pemetaan lahan, hasil pertanian, dan deskripsi produknya. Bahkan juga dilihat juga bagaimana pengendalian hamanya.

"Kami terus mendukung petani yang beralih ke pertanian organik. Target kami memang lahan organik ini bertambah," kata Yayat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu Hendri Suseno menambahkan jika memang kendala pertanian organik itu adalah pemasaran. Namun pihaknya tidak tinggal diam. Tetap mencarikan solusi pemasaran. Semisal kerjasama dengan BUMD kota Batu yakni Batu Wisata Resource (BWR).

"Memang pertanian organik itu memiliki pasar sendiri. Kami tidak tinggal diam, tetap kami cari peluang disetiap kesempatan. Kami kerja sama dengan BWR, PHRI," kata Hendri.

Selain itu, pihaknya juga memberikan peluang kepada petani organik bisa tembus dengan menawarkan hasil pertanian organik. Ada berbagai macam pertanian organik yang sudah dikembangkan. Di antaranya ada cabe besar, brokoli, andewi, selada, lettuce, sawi hijau, dan masih banyak lagi.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help