Citizen Reporter

Makna Penyelamatan Dewi Ragil Kuning dalam Kehidupan Bermasyarakat

Gebyak wayang topeng Polowijen dengan lakon Mbalike Ragil Kuning (Kembalinya Ragil Kuning). Lakon ini merupakan ciri khas topeng Polowijen.

Makna Penyelamatan Dewi Ragil Kuning dalam Kehidupan Bermasyarakat
Warga Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (6/10/2018) malam, menggelar gebyak wayang topeng Polowijen dengan lakon Mbalike Ragil Kuning (Kembalinya Ragil Kuning). Lakon ini merupakan ciri khas topeng Polowijen. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Warga Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (6/10/2018) malam, menggelar gebyak wayang topeng Polowijen dengan lakon Mbalike Ragil Kuning (Kembalinya Ragil Kuning). Lakon ini merupakan ciri khas topeng Polowijen.

"Satu-satunya topeng Buyut Reni Empu Topeng Malang yang masih tersisa diangkat kembali sebagai sebuah cerita," kata penggagas Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang.

Dikisahkan dalam lakon tersebut, sekar Kedaton kerajaan Jenggala hilang dari istana. Semua kerabat kerajaan kebingungan mencari sang putri.Kesempatan ini digunakan oleh Prabu Klono untuk ikut mencari Dewi Ragil Kuning dan kelak akan dijadikan istri.

Di tengah hutan, Dewi Ragil Kuning yang sendirian bertemu dengan Prabu Klono, dan Prabu Klono memaksanya untuk diboyong ke Keraton Prabu Klono.

Dalam pelariannya, Dewi Ragil Kuning bertemu dengan Raden Gunung Sari kekasihnya. Terjadilah peperangan antara Klono dan Gunung Sari.

"Prabu Klono kalah dan pulang ke negaranya. kemudian Dewi Ragil Kuning dibawa pulang kembali ke keraton Jenggala," tutur Ki Demang.

Dewi Ragil Kuning atau Dewi Onengan adalah putri Raja Jenggala Manik yang bernama Prabu Amiluhur. Ragil Kuning adalah adik dari Panji Asmorobangun yang merupakan istri Raden Gunung Sari saudara laki-laki dari Dewi Sekartaji putera mahkota dari Raja Panjalu Daha Kediri Prabu Amijoyo.

Sosok topeng Dewi Ragil Kuning digambarkan dengan wajahnya yang kuning dengan ekspresi lembut dan ukiran bunga pada hiasan mahkota di kepalanya. Dewi Ragil kuning merupakan lambang dari kebaikan, sumber kemakmuran dan kesetiaan manusia.

"Dewi Ragil Kuning terkenal cantik. Banyak raja-raja yang ingin melamarnya. Namun, cinta dan kesetiaannya tetap kepada Raden Gunung Sari," beber Ki Demang.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto dalam sambutannya mengatakan, kisah penyelamatan heroik dalam kisah itu sebagaimana kita menyelamatkan diri kita, masyarakat kita, bangsa kita dari berbagai kemungkinan musibah dengan cara melestarikan tradisi dan menghidupkan budaya sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Wasto juga mengajak warga ikut menyelamatkan saudara kita yang ditimpa musibah bencana di Palu dan Donggala dengan cara berbagi dan membuat acara amal bantuan.

"Makna bersih desa harus dikaitkan dengan bersyukur dan saling membantu menyelamatkan terhadap sesama," tukasnya. Adi H

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved