Blitar

Belajar Demokrasi, Siswa SMAN 1 Kota Blitar Gelar Coblosan Pemilihan Ketua OSIS

Layakanya pemilu, para siswa SMA menunggu giliran untuk mencoblos calon ketua OSIS pilihannya di bilik suara

Belajar Demokrasi, Siswa SMAN 1 Kota Blitar Gelar Coblosan Pemilihan Ketua OSIS
surya malang/Samsul Hadi
Para siswa memasukkan surat suara ke kotak suara saat mengikuti pemilihan ketua OSIS secara langsung di SMAN 1 Kota Blitar, Kamis (11/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMAN 1 Kota Blitar menjadi ajang siswa belajar berdemokrasi. Proses pemilihan ketua OSIS dikemas mirip dengan pemilihan umum (Pemilu).

Sejumlah siswa terlihat antre di tempat pemungutan suara (TPS) di halaman depan SMAN 1 Kota Blitar, Kamis (11/10/2018). Para siswa hendak menyalurkan suara dalam pemilihan ketua OSIS di sekolah itu. Layakanya, pemilu para siswa menunggu giliran untuk mencoblos calon ketua OSIS pilihannya.

Ada tiga TPS yang didirikan di halam depan sekolah. Masing-masing TPS terdapat bilik suara dan kotak suara. Sejumlah siswa yang menjadi petugas pemungutan suara tampak sibuk melayani calon pemilih. Sebagian petugas mencatat undangan dari calon pemilih.

"Penyelenggara pemilihan ketua OSIS semua dari siswa. Kami melakukan persiapan sejak September lalu," kata Azkia Kamila (17), ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK), selaku penyelenggara pemilihan ketua OSIS di SMAN 1 Kota Blitar.

Siswi kelas 11 itu mengatakan, tahapan awal pemilihan yaitu penjaringan calon ketua OSIS. Ada 25 siswa yang mendaftar sebagai calon ketua OSIS. Dari 25 siswa yang mendaftar itu diseleksi dan hanya diambil 17 siswa. Setelah itu, para pendaftar mengikuti tes tulis dan tes wawancara.

Terakhir, para pendaftar mengikuti tes dinamika kelompok. Pendaftar yang mendapat nilai tertingi akan lolos menjadi calon ketua OSIS. Panitia hanya memilih tiga pasang calon ketua OSIS. "Tiga pendaftar yang nilainya tertinggi, mereka yang lolos menjadi calon ketua. Mereka bebas memilih wakilnya sendiri dari pendaftar yang tidak lolos seleksi calon ketua," ujarnya.

Proses pemilihan juga berlangsung demokratis. Selain siswa, para guru dan karyawan sekolah juga punya hak pilih. Para calon pemilih mendapat undangan dari panitia untuk datang ke TPS. Saat di TPS, para pemilih mendapatkan surat suara untuk dicoblos. Selesai mencoblos, jari para pemilih juga ditandai dengan tinta.

Pembina MPK SMAN 1 Kota Blitar, Maria Martarina S mengatakan, proses pemilihan ketua OSIS secara langaung sudah berjalan tiga kali ini. Pemilihan ketua OSIS secara langsung ini sebagai bentuk pembelajaran siswa tentang berdemokrasi.

Sekolah juga menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pelaksanaan pemilihan ketua OSIS. Perlengkapan untuk pemungutan suara seperti kota suara dan bilik suara pinjam dari KPU.
"Proses pemilihannya memang kami desain semirip mungkin dengan Pemilu. Semua penyelenggaranya dari siswa. Guru dan petugas KPU hanya mendampingi," katanya.

Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Blitar, Chairu Wardani menyatakan pemilihan ketua OSIS secara langsung ini untuk membelajari siswa menjadi penyelenggara Pemilu yang baik. Harapannya, saat berada di masyarakat siswa bisa berlaku jujur dan adil saat ikut Pemilu.

"Bukan hanya proses pemilihannya saja yang mirip dengan Pemilu. Tapi, siswa yang menjadi penyelenggara juga membuat aturan dalam proses pemilihan ketua OSIS. Mereka harus patuh dengan aturan yang sudah ada," katanya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved