Sidoarjo

Beredar Berita Hoax Tentang Pelajar di Sidoarjo Mengonsumsi Jajan Mengandung Narkoba

Beredar Berita Hoax Tentang Pelajar di Sidoarjo Mengonsumsi Jajan Mengandung Narkoba. Jangan Mudah Terkecoh.

Beredar Berita Hoax Tentang Pelajar di Sidoarjo Mengonsumsi Jajan Mengandung Narkoba
Tribunnews
Ilustrasi Berita Hoax 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Sejumlah pesan berantai beredar di berbagai kalangan sejak beberapa hari terakhir. Isinya, kabar tentang adanya siswa yang mengonsumsi jajan sejenis permen mengandung narkoba.

Pesan berantai itu berisi imbauan kepada orangtua yang punya anak TK, SD, dan SMP hati-hati. Sebab ada siswa SD di Candi, Sidoarjo, selesai membeli sari buah pisang cair dengan harga Rp 2 ribu, yang diduga ada kandungan narkobanya.

Tertulis juga dalam pesan berantai tersebut, sistem cara memakainya cairan disemprotkan pada mulut yang reaksinya menimbulkan rasa segar dan nikmat. Tapi setelah itu, pemakai menjadi lemas dan bola mata ke atas.

Kabar tersebut menjadi perbincangan karena ditulis juga bahwa perkara ini sedang ditangani Polsek Candi.

Padahal, kabar itu bohong. "Petugas sudah menelusuri kabar tersebut, dan tidak ada. Sejauh ini tidak ditemukan informasi apapun terkait kabar itu," ungkap Kanit Reskrim Polsek Candi, Iptu Isbahar, Kamis (11/10/2018).

Dalam penelusurannya, polisi juga sempat mendatangi sekolah yang disebut serta meminta keterangan beberapa warga sekitar. Dipastikan tidak ada peristiwa seperti yang beredar itu.

Lebih pasti lagi, foto-foto anggota Polisi dan TNI seperti yang beredar dalam pesan berantai tersebut juga diketahui bukan anggota Polsek Candi. Juga bukan anggota koramil setempat.

"Selain itu, sejauh ini juga tidak ada laporan yang masuk terkait peristiwa itu," tandas Kanit Reskrim.

Sejak kabar ini beredar, diakuinya banyak sekali warga yang bertanya ke Polsek. Mereka ingin tahu kepastian kabar tersebut, apakah benar terjadi di Candi atau tidak. Dan sejauh ini, dipastikan bahwa itu adalah kabar bohong alias hoaks.

Dari penelusuran SURYAMALANG.COM, kabar serupa dengan kata-kata yang hampir sama juga beredar di daerah lain. Hanya diganti lokasinya saja. Jika yang baru ini disebut di Candi, beredar di tempat lain ditulis lokasinya di Gesek. Dan ada juga tertulis lokasinya di Kemantren.

Tak hanya itu, ada kabar dengan format yang hampir sama tanpa ditulis lokasinya. Ironisnya, tak sedikit warga yang ikut menyebarkan informasi tersebut tanpa memverifikasi dulu kebenarannya.

Penulis: M Taufik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved