Arema Malang

Buntut Ricuh saat Menjamu Persebaya, Iwan Budianto Buka Suara Terkait Sanksi PSSI kepada Arema FC

Sanksi Komdis PSSI tersebut berdasarkan adanya pengeroyokan yang dilakukan oknum suporter Arema FC terhadap pendukung Persebaya Surabaya.

Buntut Ricuh saat Menjamu Persebaya, Iwan Budianto Buka Suara Terkait Sanksi PSSI kepada Arema FC
SURYAMALANG.COM/Alfi Syahri Ramadan
Iwan Budianto 

SURYAMALANG.COM - Arema FC telah resmi mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI terkait kerusuhan pada laga Arema vs Persebaya 6 September 2018 lalu.

Sanksi Komdis PSSI tersebut berdasarkan adanya pengeroyokan yang dilakukan oknum suporter Arema FC terhadap pendukung Persebaya Surabaya.

Selanjutnya intimidasi yang dilakukan suporter Arema FC dengan cara mendekati pemain Persebaya.

Karena pelanggaran tersebut, PSSI secara resmi telah merilis sanksi untuk Arema FC yakni menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga kandang dan suporter mereka dilarang memberikan dukungan pada laga tandang sampai akhir musim kompetisi 2018.

Terkait dengan hal tersebut, Iwan Budianto selaku CEO Arema FC memberi komentar nya dilansir dari akun Twitter @Aremafcofficial

Iwan Budianto mengatakan jika Aremania harus legawa atas sanksi yang diberikan oleh komdis PSSI.

Ia mengungkapkan jika sanksi ini bisa dijadikan sebagai momentum persatuan bagi Aremania.

"Hukuman yang dikenakan bagi Arema fc dan Aremania, lanjut IB diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku positif bagi semua saja, tidak hanya klub, panpel, tapi juga suporter," Tulis akun @AremaFCofficial

Iwan Budianto juga mengatakan jika Arema siap jika harus dihukum 10 tahun menggelar pertandingan tanpa penonton.

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, Sejujurnya Arema fc ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepakbola kita,"

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help