Bisnis

Dalam Waktu Dekat, Kenaikan Harga BBM Premium Akan Dibahas Pemerintah

Premium merupakan jenis BBM khusus penugasan yang berbeda dengan jenis BBM lain, baik BBM subsidi maupun non subsidi

Dalam Waktu Dekat, Kenaikan Harga BBM Premium Akan Dibahas Pemerintah
HAI
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, NUSA DUA BALI -  Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait akan segera rapat koordinasi membahas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Kamis (11/10/2018).

Namun, Darmin belum memastikan kapan waktunya karena masih ada beberapa agenda yang sedang berjalan, seperti Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

"Saya tidak perlu mengatakan kapan. Tapi, dalam waktu dekat (akan dilaksanakan)," kata Darmin usai penandatanganan kontrak investasi 19 proyek infrastruktur di Hotel Inaya, Kamis (11/10/2018).

Ketika disinggung kalau hal itu menegaskan harga premium dipastikan akan naik, Darmin bekilah lebih baik hal itu dijelaskan pada waktunya. Darmin juga memastikan rakor akan digelar dalam waktu dekat, setelah Pertemuan IMF-Bank Dunia selesai.

"Ya selesain dulu lah (acara) di sini. Di sini sudah penuh acaranya," kata Darmin. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyebut, ada tahapan yang harus ditempuh jika mau menaikkan harga premium.

Hal itu dikarenakan premium merupakan jenis BBM khusus penugasan yang berbeda dengan jenis BBM lain, baik BBM subsidi maupun non subsidi. 

"Keputusannya kan ada di regulator, pemerintah. Kami mengikuti saja. Kalau keputusannya tidak dinaikkan, ya kami jalankan," ujar Nicke.

Seperti diketahui, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan harga premium dinaikkan dan mulai berlaku per pukul 18.00 WIB, Rabu (10/10/2018). Harga BBM Premium jadi Rp 7.000 per liter untuk daerah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) serta Rp 6.900 per liter untuk daerah di luar Jamali.

Tidak lama setelah itu, Kementerian BUMN menyatakan keputusan menaikkan harga premium ditunda berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo. Penundaan karena salah satunya Pertamina disebut belum siap jika dalam waktu yang sama menaikkan beberapa kali untuk jenis BBM yang berbeda.

Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved