Bisnis

Diprediksi Harga Beras Naik 10 Persen Hingga Akhir Tahun Ini, Musim Kemarau Stok Beras Turun

Kenaikan harga beras disebabkan karena kekhawatiran akan musim kering yang terjadi. Selain itu, pasokan juga semakin berkurang

Diprediksi Harga Beras Naik 10 Persen Hingga Akhir Tahun Ini, Musim Kemarau Stok Beras Turun
net
ilustrasi: Beras di gudang Bulog 

 
 SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga semua jenis beras periode September 2018 baik beras kualitas premium, medium, dan rendah menunjukkan kenaikan. 

Hari ini, Kamis (11/10), berdasarkan PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional), harga beras di pasar trasisional rata-rata Rp 10.400 per kilogram atau naik Rp 200 dari harga sehari sebelumnya, di pasar modern Rp 15.050 per kilogram atau naik Rp 400 dan di pedagang besar Rp 9.800 per kilogram atau naik Rp 50.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi Beras (Perpadi), Burhanuddin menyebut, kondisi harga itu akan semakin naik jika pemerintah tidak turun tangan dengan melakukan intervensi di pasar.

“Sebetulnya kalau tidak ada intervensi pemerintah, ya prediksinya naik (harga). Naiknya paling ya 10 persen lah. Tapi ini kan ada kegiatan operasi pasar pemerintah,” ungkapnya.

Burhanuddin mengatakan, kenaikan harga beras disebabkan karena kekhawatiran akan musim kering yang terjadi. Selain itu, pasokan juga semakin berkurang. “Ini kan sudah mau habis musim panen ya stok berkurang, masa panen sudah mulai abis. Kalau pasokan juga agak berkurang sedikit ke pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini stok beras hingga akhir tahun masih mencukupi, karena stok Bulog ada 2,4 juta ton. “Ya untuk stok masih cukup sekarang. Bulog punya 2,4 juta ton,” ujarnya.

Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tjahja Widayanti membantah adanya operasi pasar, karena harga pangan mulai naik perlahan. Ia menyebut kalau hal itu lebih tepatnya dikatakan penetrasi pasar.

“Di data saya masih stabil dan kita sudah antisipasi, kita terus jaga, bukan operasi pasar ya. Memang Bulog sudah ditugaskan untuk penetrasi pasar. Jadi jangan dibilang kalau operasi pasar berarti harga naik, jagang seperti itulah mikirnya,” kata Tjahja.

Tjahja menyebut, hingga akhir tahun tren harga pangan menunjukkan trend yang stabil. Meskipun ada kenaikan, nilainya sangat kecil.

“Harga itu saya lihat dari PIHPS, saya lihat kalaupun ada kenaikan itu kecil sekali. Kita berharap tetap harga dan pasokan tetap stabil hingga akhir tahun,” tuturnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help