Magetan

Geledah Kantor Kades Tersangka Korupsi Di Magetan, Jaksa Temukan Stempel Palsu Satu Tas

Selain menemukan baran bukti surat pertanggungjawab fiktif, tim Satsus Pemberantasan Korupsi Kejari temukan satu tas plastik stempel palsu

Geledah Kantor Kades Tersangka Korupsi Di Magetan, Jaksa Temukan Stempel Palsu Satu Tas
surya malang/Doni Prasetyo
Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan geledah ruang kerja Ngadeni, Kades Sempol Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi ADD dan non ADD. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Satuan Khusus (Satsus) Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan geledah kantor Kepala Desa Sempol Kecamatan Maospati Kabupatan Magetan yang sudah ditahan, di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIb, Magetan sejak Senin (10/9-2018) lalu.

Penggeledahan dikantor tersangka korupsi, Ngadeni oleh tim Satsus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Magetan, dipimpin langsung Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) setempat, Agus Zaeni SH.

Selain menemukan baran bukti surat pertanggungjawab fiktif, tim Satsus Pemberantasan Korupsi Kejari temukan satu tas plastik stempel palsu, berbagai nama toko, di laci meja kerja tersangka Ngadeni.

"Kami melakukan penggeledahan berdasarkan surat dari Pengadilan Tipikor, untuk mencari surat pertanggungjawaban yang belum diberikan kepada kami," kata Kasi Pidsus Agus Zaeni SH, Kamis (11/10--2018).

Menurut Agus Zaeni, penggeledahan ini juga untuk mencari keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi yang dilakukan tersangka hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 370 juta.

"Untuk tersangka baru, belum ada, ini masih pengembangan. Kita masih mencari bukti bukti tambahan, kalau dimungkinkan ada tersangka baru, kita lanjut,"ujar Kasi Pidsus.

Ngadeni, Kepala Desa Sempol Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan diperiksa Kejari Magetan setelah dilaporkan warganya terkait proyek fisik fiktif yang diduga uangnya untuk kebutuhan pribadi tersangka.

Tersangka Ngadeni diperiksa Seksi Pidsus Kejari Magetan sejak awal tahun 2018 lalu, baru ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) klas IIb, Magetan, Senin (10/9-2018) lalu.

Dikatakan Agus Zaeni, modus penggelapan uang negara yang dilakukan tersangka Ngadeni dengan cara menggunakan uang proyek fisik untuk kepentingan pribadi, sehingga proyek fisik desa itu tidak selesai.

"Tidak hanya itu, tersangka ini juga menggunakan uang ADD dan non ADD untuk kepentingan pribadi, sehingga tidak masuk Kas Desa," tandas Kasi Pidsus Agus Zaeni. 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help