Malang Raya

Giliran Diadili, Bekas Anggota DPRD Kota Malang ini Mengaku Gila!

Kata Arief, istilah THR yang dimaksud para saksi itu adalah uang pokok pikiran, sampah, dan beragam gratifikasi.

Giliran Diadili, Bekas Anggota DPRD Kota Malang ini Mengaku Gila!
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Priyatmoko Oetomo saat masih berstatus anggota DPRD Kota Malang berada di ruang tunggu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (13/10/2017). Politisi PDI Perjuangan itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono terkait kasus gratifikasi pembahasan APBD Kota Malang tahun 2015. 

Jaksa Arief pun menanggapi, hal itu sudah jelas bila keduanya hanya menerima dua bendel uang sampah dan uang pokok pikiran.

"Dia juga mengakui termasuk uang Rp 300 juta itu tadi," bebernya.

Namun, jaksa mengalami kendala saat meminta keterangan dari Priyatmoko.

Priyatmoko tidak bisa mengkonfirmasi karena mengaku sakit.

Baca juga: Jaksa KPK Ungkap Hasil Penyadapan Telepon dan BBM Anggota DPRD Kota Malang

"Keadaan Ketua Fraksi yang berbicara saat itu, (Priyatmoko) itu lidahnya agak kelu, agak bagaimana, sehingga kami mencoba konfirmasi semua, tapi ya tahu sendiri tadi seperti apa," ungkap Arief.

Lalu, saat ditanya terkait kondisi Priyatmoko, Arief mengatakan kondisi itu sudah disampaikan sejak pemeriksaan yang pertama kali, tepatnya saat sidang dengan agenda keterangan saksi dari Kepala Dinas PU, Jarot Sulistiono.

"Saat itu sudah mengatakan sakit, dia mengatakan bahwa ada penurunan ingatan, bahkan ada yang mengatakan gila, tapi kami tak serta merta meyakini hal itu," sebutnya.

Tapi faktanya, dalam sidang pertama kala itu, ketika Priyatmoko dihadirkan, dia bisa menjawab secara baik.

Arief pun menyebutkan, pada saat itu Priyatmoko dapat menanggapi beragam pertanyaan dari JPU dengan jelas dan lengkap.

Namun, pada sidang berikutnya, Priyatmoko memang hadir, tapi saat jaksa memberikan beragam pertanyaan, dia mengaku tidak kuat duduk dalam waktu lama.

Halaman
123
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved