Malang Raya

Inilah Reaksi Pengacara Rendra Kresna Setelah KPK Tetapkan Tiga Tersangka

Selain Rendra Kresna, KPK juga menetapkan dua nama lain yakni Eryk Armando Talla atau EAT untuk kasus dugaan pemberian gratifikasi. Serta Ali Murtopo.

Inilah Reaksi Pengacara Rendra Kresna Setelah KPK Tetapkan Tiga Tersangka
hayu yudha prabowo
PENGGELEDAHAN KPK - Bupati Malang, Rendra Kresna, memasuki rumah dinas usaiemberikan keterangan pada wartawan paska penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Bupati Malang di Kawasan Pendopo Kabupaten Malang, Jalan H Agus Salim, Kota Malang, Senin (8/10/2018) malam. Penggeledahan KPK ini menurut Bupati Malang, Rendra Kresna menindaklanjuti aduan masyarakat terkait DAK Pendidikan 2011 dan dana kampanye. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna atau RK sebagai tersangka. Tak tanggung-tanggung, Rendra Kresna ditetapkan sebagai tersangka atas dua kasus. Kasus pertama adalah dugaan suap pengadaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan. Sementara kasus kedua adalah dugaan menerima gratifikasi sejumlah proyek.

Selain Rendra Kresna, KPK juga menetapkan dua nama lain yakni Eryk Armando Talla atau EAT untuk kasus dugaan pemberian gratifikasi. Serta Ali Murtopo atau AM dalam kasus dugaan suap pengadaan sarana penunjang mutu pendidikan di Kabupaten Malang. Penetapan tersebut dilakukan langsung oleh KPK di Jakarta pada Kamis (11/10/2018) petang.

Pasca secara resmi ditetapkan sebagai tersangka, salah satu anggota tim kuasa hukum Bupati Malang, Gunadi Handoko menyebut bahwa klienya akan menghormati proses hukum yang berlaku. Namun demikian, ia memastikan akan memberikan pembelaan secara maksimal sesuai tugasnya.

"Tentunya kami menghormati saja apa yang disampaikan KPK. Sementara kami sebagai penasihat hukumnya tentu akan melakukan pembelaan semaksimal mungkin sesuai ketentuan yang berlaku," ucapnya Kamis (11/10/2018).

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai dua kasus yang disangkakan kepada klienya, ia menyebut belum mengetahui secara keseluruhan.

"Kalau yang gratifikasi adalah berdasarkan Sprindik yang pertama. Kalau untuk kasus dugaan suap sampai saat ini saya masih belum membaca. Mungkin nanti saat ketemu dengan pak Rendra akan membahas hal itu," tambahnya.

Tak hanya itu, Gunadi menambahkan bahwa dirinya bersama tim kuasa hukum mengarahkan kepada klienya untuk kooperatif. Termasuk juga memastikan klienya akan hadir memenuhi panggilan KPK di Jakarta, pada Senin (15/10/2018) mendatang.

"Surat pemanggilanya sudah datang tadi siang. Kami mengarahkan kepada pak Rendra untuk kooperatif terhadap panggilan KPK untuk bisa mendapatkan kejelasan. Beliau dipanggil untuk diperiksa dengan status sebagai tersangka," tambahnya.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi mengenai temuan uang sejumlah SGD15000 Dollar Singapura di ruang kerja Bupati, Gunadi mengakui uang tersebut merupakan koleksi.

"Selama itu bukan pemberian maka bukan termasuk gratifikasi. Nanti tinggal dibuktikan saja. Pastinya KPK akan menanyakan hal itu dan pak Rendra akan memberi jawaban," tandasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved