Universitas Kanjuruhan Malang

Kemenristekdikti Akui Pjs Rektor Unikama Koento Adji

Karena itu, tak ada dualisme rektor. Sebab Kemenristekdikti hanya mengakui satu rektor yaitu Koento Adji Kurniawan sebagai Pjs Rektor Unikama.

Kemenristekdikti Akui Pjs Rektor Unikama Koento Adji
benni indo
Pjs Rektor Unikama, Dr Koenta Adji Kurniawan 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -
Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Totok Prasetyo menyatakan bahwa status Pjs Rektor Unikama Koento Adji Kurniawan adalah sah.

“Sesuai prosedur, Kemenristekdikti hanya mengakui satu rektor di Unikama. Yaitu rektor yang diangkat yayasan. Rektor tersebut adalah Koento Adji Kurniawan,” tegas Totok Prasetyo kepada wartawan, Kamis (11/10/2018).

Menurut Totok yang mantan Direktur Politeknik Semarang ini, hal itu sesuai dengan laporan berita acara pengangkatan Pjs Rektor Unikama yang dikirim ke Kemenristekdikti.

Sebab, tegas dia, yang berwenang mengangkat dan memberhentikan rektor di perguruan tinggi swasta adalah pihak yayasan.

“Itu bedanya perguruan tinggi swasta dengan negeri. Kalau perguruan tinggi negeri milik pemerintah sehingga, Kemenristekdikti dalam penentuan rektor di PTN punya 35 persen suara,” jelas Totok Prasetyo.

Alumni Hundderfiled, Inggris itu menegaskan, di perguruan tinggi swasta, sepenuhnya hak yayasan. Sementara yayasan di Unikama, yang diakui Kemenristekdikti adalah PPLP PT PGRI yang diketuai Christea Frisdiantara.

Oleh sebab itu, Kemenristekdikti memberikan kewenangan penuh pada pihak yayasan dalam hal ini adalah PPLP PT PGRI untuk menyelesaikan sengketa internal yang terjadi di Unikama,

“Ya terserah yayasan mereka, siapa yang ditunjuk menjadi rektor. Sebab yayasan itu merupakan pemilik usaha. Sedangkan rektor sebagai pelaksana usahanya,” paparnya.

Totok tak membantah bila sebelumnya memang sempat ada kesepakatan. Kesepakatan itu antara Rektor Pieter Sahertian dengan Ketua PPLP PT PGRI, Christea Frisdiantara.

Namun, berdasarkan laporan yang masuk dan pengakuan dari pihak PPLP PT PGRI, ada pelanggaran kesepakatan sehingga, pihak yayasan memutuskan untuk mengangkat Pjs Rektor Koento Adji Kurniawan.

Untuk itu, kata dia, Kemenristekdikti hanya bisa mendukung keputusan pihak yayasan dan mengakui keputusan itu.

“Karena itu, tak ada dualisme rektor. Sebab Kemenristekdikti hanya mengakui satu rektor yaitu Koento Adji Kurniawan sebagai Pjs Rektor Unikama,” pungkasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved