Malang Raya

Sutiaji Buka Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online, Murah, Cepat dan Aman

KLOJEN - Upaya Pemkot Malang meningkatkan ekonomi kerakyatan berupa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus dilakukan.

Sutiaji Buka Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online, Murah, Cepat dan Aman
hayu yudha prabowo
ONLINE - Wali Kota Malang, Sutiaji saat meresmikan forum sosialisasi belanja dan jualan online di Aula Pertamina, Politeknik Negeri Malang, Kamis (11/10/2018). Forum ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kominfo serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Bukalapak, dan 24 Komunitas UMKM Kota Malang. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Upaya Pemkot Malang meningkatkan ekonomi kerakyatan berupa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus dilakukan. Salah satu langkah yang dilakukan adalag dengan menggelar forum sosialisasi belanja dan jualan online murah, cepat, dan aman yang bertempat di Aula Pertamina Politeknik Negeri Malang, Kamis (11/10/2018).

Forum sosialisasi tersebut terlaksana atas kerjasama Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kominfo serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bekerja sama dengan salah satu toko online ternama di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut hadir pula komunitas UMKM Kota Malang.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Tri Widyani menyebut bahwa saat ini UMKM di Kota Malang sudah sangat berkembang. Namun, belum semua UMKM yang ada di kota Malang mampu mengembangkan usaha mereka menjadi lebih baik. Hal itu, lantaran masih ada beberapa masalah yang kerap dihadapi oleh pelaku UMKM.

"Perlu adanya pendampingan secara intens untuk bisa membantu mengembangkan UMKM menjadi UKM. Untuk itu, nantinya kami akan menggandeng universitas untuk bisa memberikan pendampingan agar pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya," katanya Kamis (11/10/2018).

Sementara itu Walikota Malang, Sutiaji mengakui sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa kegiatam tersebut memang sudah seharusnya dilakukan. Apalagi saat ini Indonesia tengah memasuki industrialisasi 4.0. Tentunya industri kreatif juga terus mengalami perkembangan mengikuti perkembangan teknologi.

"Dengan fakta tersebut maka tidak ada kata lain selain mengikutinya. Para pelaku industri harus berfikir bagaimana caranya membawa produknya ke arah sana. Pasar industri produk juga saat ini sudah tidak lagi lokal, tetapi juga internasional," katanya.

Untuk itu, Sutiaji menambahkan ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk bisa menuju industrialisasi berbasis teknologi. Ia mengakui UMKM harus mendapat pendampingan terkait keuangan demi bisa memaksimalkan keuntungan yang didapat untuk perkembangan usahanya. Lalu pendampingan dalam proses produksi agar kualitas produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM menjadi bagus. Serta pendampingan pada saat pemasaran.

"Kalau untuk pemasaran ini nanti kami ingin juga untuk pengembangan secara konvensional. Pasalnya belum semua orang yang menggunakan gadget selalu melakukan belanja di toko online. Untuk itu kami berencana untuk menjadikan kota Malang ini sebagai kota UMKM," tambahnya.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Malang itu juga sangat menunjukkan antusismenya terhadap perkembangan ekonomi kerakyatan. Menindak lanjuti rencana tersebut, wali Kota Malanh langsung rapat bersama tim TPKAD yang akan membahas percepatan akses keuangan Daerah.

"Tidak ada alasan lagi UMKM tidak maju karena terhalang modal. Sebab, aturanya sudaj jelas dalam UU Tahun 2016 tentang Penjaminan dan Jamkrida. Namun demikian, harus ada pendampingan dari Perguruan Tinggi dalam hal ini khususnya untuk bidang produksi, akuntansi, dan pemasaran” tukas Sutiaji.

Di sisi lain, salah satu pelaku usaha UMKM yang turut dalam acara tersebut, Ipong Pratomo Raharjo mengakui sangat terbantu dengan adanya sosialisasi tersebut. Ia menyebut bahwa sosialisasi tersebut membuat dirinya mendapat pemahaman baru terkait dunia E-Commerce. Termasuk juga bagaimana cara memasarkan produk melalui E-Commerce.

"Tentu ini kesempatan untuk belajar untuk saya. Apalagi juga ada pemateri dari pelaku E-Commerce. Pastinya ada ilmu baru yang bisa didapat," kata pemilik usaha kripik dan susu olahan tersebut.

Sejauh ini, Ipong mengakui bahwa kesulitan yang kerap ia hadapi adalah terkait persaingan dengan produk dari luar negeri. Sebab, dengan modal yang terbatas tentu hal itu membuat dirinya harus berfikir lebih keras lagi dalam memasarkan produknya. Untuk itu, dirinya sangat mendukung jika nantinya pemerintah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM.

"Dukungan dari pemerintah memang sangat penting buat kami. Sebab, kalau tidak ada dukungan maka pengusaha seperti saya akan kesulitan untuk berkembang. Apalagi pesaing dari luar negeri memiliki modal lebih besar," tandasnya.

Tags
Malang
Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help