Malang Raya

Transformasi Digital di Bisnis Pariwisata, Konten Mata Kuliah Diperbarui

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang mengikuti kuliah tamu dari Kevin Tanudjaja SE MM, Area Manager Traveloka, Kamis (11/10/2018).

Transformasi Digital di Bisnis Pariwisata, Konten Mata Kuliah Diperbarui
Suryamalang.com/Sylvianita Widyawati
A Faidlal Rahman SE Par MSc, Kaprodi Usaha Perjalanan Wisata (D3) serta Manajemen Perhotelan (D4) Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya Malang, Kamis (11/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Mahasiswa Usaha Perjalanan Wisata dan Manajemen Perhotelan Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Malang mengikuti kuliah tamu dari Kevin Tanudjaja SE MM, Area Manager Traveloka, Kamis (11/10/2018).

Ini rangkaian kegiatan "World Tourism Day". Tema kuliah tamu "Peluang dan Tantangan Industri Pariwisata di Era Transformasi Digital" di UBTV. Menurut A Faidlal Rahman SE Par MSc, Kaprodi, tantangan era teknologi industri berpengaruh pada pembelajaran di kampus.

"Agar tak ketinggalan, maka ditambahkan pada konten/materi di mata kuliah. Karena itu kami harus menyesuaikan diri. Jika tidak, maka mahasiswa akan ketinggalan dengan perkembangan industri pariwisata," jelas Faid pada SURYAMALANG.COM di sela kuliah tamu.

Apalagi pada saatnya, mahasiswa akan praktek kerja industri (prakerin). Selain di konten, juga menghadirkan praktisi seperti Kevin dari Traveloka. Sehingga mahasiswa bisa mengetahui perkembangan bisnis travel online kini diminati masyarakat. Di mana cukup lewat hape pengguna, rencana perjalanan, penginapan dan biaya bisa diketahui.

Begitu juga perkembangan bisnis hotel. "Karena dampak teknologi informasi, mungkin nanti SDM perhotelan tidak banyak. Check in bisa saja nanti cukup lewat barcode," papar dia. Fungsi di front office mungkin hanya antara. Perkembangan seperti ini harus ditindaklanjuti oleh kampus.

"Kalau di Vokasi UB sedang dikonsolidasikan kurikulumnya. Sebab perubahan cepat ini mempengaruhi budaya mengajar, pembelajaran dll. Jika tidak disikapi, maka akan keteter pada dosen dan mahasiswanya," papar dia.

Upaya mengisi ruang di kurikulum juga dengan menghadirkan praktisi agar mahasiswa mengetahui perkembangan terkininya dan bisa diadopsi. Dikatakan Faid, dari Kemerinstekdikti untuk kurikulum ada arahan untuk mengikuti revolusi industri 4.0.

Sementara dalam kuliah tamunya, Kevin menjelaskan tentang bisnis travel online Traveloka yang berawal dari inspirasi co founder cara memudahkannya pulang dari Amerika ke Padang. "Awalnya untuk memudahkan dia sendiri," papar Kevin.

Diawali dengan beberapa penerbangan saja. Namun kini sudah ke tiket kereta api, bis, hotel hingga rental mobil. Ternyata berjualan lewat teknologi menarik. Dari mahasiswa juga ada yang menanyakan apakah usahanya tidak memonopoli penjualan.

Katanya tidak meski ada beberapa sentimen negatif. "Tapi kalau kita melakukan ini (membuat aplikasi Traveloka), saya yakin pasti ada yang melakukannya," paparnya. Sehingga yang sudah ada dirawat dan ditingkatkan sesuai keinginan konsumen dan berinovasi.

Selain mahasiswa dan dosen, ada juga praktisi perhotelan yang merasakan dampak dari penjualan kamar secara online terutama saat low season. Selain ini, tamu sudah jarang yang melakukan reservasi ke hotel langsung. Kalaupun ada, acuan harganya adalah di Traveloka.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help