Surabaya

Ada Lukisan dari Bongkatan Batu Akik dan Giok di Pameran Selama 12-21 Oktober 2018

Lukisan dari batu akik dan bulu ayam meramaikan Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-11 di JX International Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya

Ada Lukisan dari Bongkatan Batu Akik dan Giok di Pameran Selama 12-21 Oktober 2018
ahmad zaimul haq
Pasar Seni Lukis Indonesia 2018 kembali digelar di JX International Expo di Jl Ahmad Yani Surabaya, Jumat (12/10/2018) hingga 21 Oktober 2018 yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kota. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Lukisan dari batu akik dan bulu ayam meramaikan Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-11 di JX International Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, selama 12-21 Oktober 2018. 

“Sebenarnya ini terobosan baru dalam dunia lukis. Saya memang sudah lama menjadi pelukis, namun perlu ada sesuatu berbeda yang bisa dijadikan bahan lukisan,” tutur Kamiludin, pelukis yang menggunakan bongkahan batu dan akik sejak dua tahun lalu.

Dia menyebut jika ide itu karena ingin memanfaatkan bongkahan batu akik yang tak terbengkalai. Pria yang tinggal di Candi Sidoarjo ini tak butuh waktu lama untuk memanfaatkan batu akik ini menjadi bahan lukisannya.

Dengan imajinasi yang dimiliki, dia tetap memakai konsep pemandangan pada lukisan gaya barunya ini.

“Saya harus bisa memilah jenis batu apa yang cocok untuk membentuk gunung, bangunan dan pepohonan “ terangnya.

Ada sekira 10-15 jenis batu yang digunakan dalam satu lukisan. Beberapa jenis batu yang sering dipakainya itu adalah batu pirus, pancawarna, batu ati ayam, dan giok.

Batu-batu yang dipakai itu biasanya masih dalam bentuk bongkahan atau potongan-potongan.

Jika dalam bentuk bongkahan, dia bisa memotong memakai gerinda menjadi potongan kecil dan ditempel di kanvas dengan lem G.

“Tapi bisa juga potongan batu itu dibuat serbuk, baru kemudian ditempel di kanvas. Biasanya ini untuk bagian laut atau langit,” urainya.

Sejak menjadi pelukis batu, ada sekira 25 lukisan yang sudah dibuatnya. Hampir semuanya bertema pemandangan.

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help