Blitar

Disperindag Kota Blitar Bentuk Tim Pengawas Antisipasi Penyerobotan Lapak Pedagang Pasar Templek

Pembentukan tim pengawas tersebut untuk mengantisipasi agar tidak ada penyerobotan lapak berjualan oleh pedagang

Disperindag Kota Blitar Bentuk Tim Pengawas Antisipasi Penyerobotan Lapak Pedagang Pasar Templek
surya malang/Samsul Hadi
Sebagian pedagang sudah kembali berjualan di Pasar Templek, Kota Blitar. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar membentuk tim pengawas proses perpindahan pedagang Pasar Templek dari tempat relokasi di Pasar Wage. Pembentukan tim pengawas tersebut untuk mengantisipasi agar tidak ada penyerobotan lapak berjualan oleh pedagang.

"Kami akan terjunkan tim pengawas ada 21 orang. Tim akan memantau proses perpindah pedagang dari tempat relokasi kembali ke Pasar Templek," kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Arianto, Jumat (12/10/2018).

Arianto memastikan, posisi lapak berjualan para pedagang lama di Pasar Templek tidak berubah sama seperti sebelum pindah ke tempat relokasi. Jumlah pedagang yang menempati lapak juga tetap seperti semula. Dia menjamin tidak ada pedagang baru yang masuk di Pasar Templek.

"Fungsi tim pengawas ini untuk memastikan posisi lapak berjualan pedagang tetap seperti dulu. Luasannya juga sama. Tim ini juga mengantisipasi agar tidak terjadi penyerobotan lapak oleh pedagang baru," ujar Arianto.

Kapan pedagang kembali dari tempat relokasi ke Pasar Templek? Arianto menyatakan secara resmi pedagang pindah dari tempat relokasi ke Pasar Templek setelah uang kerohiman atau uang ganti rugi cair. Dia menargetkan Oktober 2018 ini uang kerohiman sudah bisa diberikan ke pedagang.

"Sekarang sudah mulai ada pedagang yang kembali ke Pasar Templek. Kami tidak masalah. Tapi, resmi pindahnya setelah uang kerohiman cair, targetnya Oktober ini," katanya.

Dikatakannya, besaran uang kerohiman tetap yakni Rp 500.000 per pedagang. Sekarang, Disperindag sedang mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) para pedagang untuk persiapan pencairan uang kerohiman.

Selain itu, kata Arianto, Disperindag juga akan menertibkan pedagang sayur lesehan yang berjualan di pinggir jalan raya depan Pasar Templek. Rencananya, Disperindag akan memasang pembatas antara pasar dan jalan raya. Dengan begitu, pedagang lesehan tidak bisa lagi berjualan di jalan raya.
"Kami juga meminta bantuan dari Satpol PP dan polisi untuk ikut menertibakan pedagang lesehan di jalan raya," kata Arianto.

Sebelumnya, Disperindag meminta pedagang Pasar Templek kembali pindah dari tempat relokasi di Pasar Wage ke Pasar Templek. Kebijakan itu diambil Disperindag setelah rencana pembangunan Pasar Templek gagal dilaksanakan tahun ini.

Disperindag Kota Blitar memberikan uang kerohiman atau uang ganti rugi untuk pedagang Pasar Templek. Disperindag mengusulkan besaran uang kerohiman untuk pedagang Rp 500.000 per pedagang. Uang kerohiman itu hanya untuk biaya boyongan pedagang dari tempat relokasi di Pasar Wage kembali ke Pasar Templek. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help