Mojokerto

Kampung Semakin Bersih Berkat Program Bayar Pajak Pakai Sampah

Program itu juga membuat kami semangat menjauhkan kampung dari kesan kumuh. Para warga berlomba-lomba mengunpulkan sampah ke Bank Sampah 'Setunggal'

Kampung Semakin Bersih Berkat Program Bayar Pajak Pakai Sampah
danendra kusuma
Sisprihatin Edy (kiri) sedang memilah dan memotong sampah botol plastik di Bank Sampah 'Setunggal' lingkungan Balongcok, Balongsari, Magersari, Kota Mojokerto, Kamis (11/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Berbagai macam cara dilakukan untuk menumbuhkan rasa kepedulian akan kebersihan lingkungan pada masyarakat. Pemerintah Kota Mojokerto mempunyai strategi tersendiri, di akhir tahun 2016 mereka membuat program Bapak Samerto  (Bayar Pajak Pakai Sampah di Kota Mojokerto).

Warga Kota Mojokerto dapat membayar pajak dengan menggunakan sampah rumahan yang telah dikumpulkan. Lalu Selanjutnya disetorkan ke bank sampah yang berada di lingkungannya.

Bukan berarti, sampah tersebut digunakan sebagai pengganti uang tunai. Melainkan, dijual terlebih dahulu ke pengepul oleh Bank Sampah Induk. Tentunya sampah yang dikumpulkan harus bersifat ekonomis.

Setelah sampah itu terjual baru kemudian hasilnya dimasukkan dan dicatat ke dalam tabungan bank sampah. Menginjak pertengahan tahun uang dari hasil mengumpulkan sampah tiap anggota bank sampah disetorkan ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemkot Mojokerto, untuk membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

Meski program tersebut sudah berjalan dua tahun, semangat masyarakat Kota Mojokerto dalam memanfaatkan program ini tidaklah surut. Mereka berlomba-lomba mengumpulkan sampah, supaya bisa mengurangi biaya pengeluaran untuk membayar pajak. Bahkan, tak mengeluarkan uang dari kantong sepeserpun.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah ibu-ibu di lingkungan Balongcok RW 1, balongsari, Magersari, Kota Mojokerto. Sore hari, beberapa ibu-ibu terlihat menjinjing tas berisikan bermacam sampah, Kamis (11/10). Mereka berjalan menuju Bank Sampah 'Setunggal' yang berada di pojok gang.

Sesampainya di sana, mereka mengeluarkan satu persatu sampah. Dihadapan mereka, ada pengurus Bank Sampah 'Setunggal' sedang melakukan pemilahan dan pemotongan sampah dengan menggunakan gunting.

Sisprihatin Edy (52) selaku Ketua Pelaksana Bank Sampah mengatakan, program Bapak Samerto sangat membantu meringankan biaya pengeluaran. Selain itu juga berdampak pada kebersihan lingkungan.

"Program Bapak Samerto sangat membantu dari segi keuangan dan kebersihan. Segi ekonomi juga, kami bisa membuat keterampilan dari sampah yang laik jual," katanya.

Bank Sampah yang berdiri sejak tahun 2015 ini telah memiliki 80 anggota. Dari 80 warga itu, 60 orang mengikuti program Bapak Samerto. Sisprihatin selalu mensosialisasikan terkait program Bapak Samerto kepada warga saat pertemuan PKK, agar warga dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help