Persebaya Surabaya

Persebaya Waspadai Dua Pemain Borneo FC, Matias Conti dan Titus Bona

Matias Conti, striker Borneo asal Argentina itu tergolong produktif, sudah cetak empat gol dan dua assist.

Persebaya Waspadai Dua Pemain Borneo FC, Matias Conti dan Titus Bona
SURYAMALANG.COM
Persebaya vs Borneo FC 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya menyebut ada dua pemain lawan yang patut diwaspadai kala timnya menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (13/10/2018).

Keduanya adalah Matias Conti dan Titus Bonai. Matias Conti, striker Borneo asal Argentina itu tergolong produktif, enam laga bersama Borneo di putaran kedua Liga 1, Conti sudah cetak empat gol dan dua assist. Sementara, Titus Bonai juga sudah cetak empat gol, dan satu assist.

 “Tibo (Titus Bonai), dia menjadi suatu ancaman. Selain juga ada pemain asing baru mereka, Conti, dia cukup kuat, duel udara bagus, harus menjadi perhatian kita,” terang pelatih yang akrab disapa Djanur itu saat jumpa pers, Jumat (12/10/2018).

Untuk mengantisipasi dua pemain agresif dari Borneo tersebut, Djanur sudah menyiapkan pemain-pemain tangguh di lini belakang, meskipun di laga nanti, satu bek andalannya harus absen, Fandry Imbiri karena menjalani hukuman larangan beramain dua laga.

“Kami siapkan tiga orang di posisi center bek, karena Imbry sampai saat ini belum bisa turun. Ada Otavio Dutra, OK Jhon, Andri Muliadi sudah kami siapkan, tinggal kami memlih dari dua pemain itu untuk besok siapa yang paling siap,” tegas pelatih asal Majalengka tersebut.

Meskipun sudah menyiapkan lini pertahanan dengan baik, diakui Djanur, dilaga besok timnya harus bekerja ekstra, karena lawan yang akan dihadapi adalah tim dengan kualitas bagus, terbukti di dua laga terakhir bisa raih kemenangan secara beruntun. Yaitu taklukkan Madura United 1-2, dan Persipura 2-1.

“Jadi untuk meraih tiga poin besok, kami harus kerja keras dan punya tekad dengan semangat yang tinggi,” ucap Djanur.

Tambahan tiga poin sangat penting bagi Persebaya, utamanya hingga pekan ke-24 Liga 1, tim berjuluk Bajul Ijo itu berada di zona rawan, posisi 13, hanya berada dua strip dari Zona Degradasi.

Secara perolehan poinpun beda tipis, hanya selisih dua poin dari tim penghuni teratas zona degradasi, PSIS Semarang dengan 27 poin.

Situasi ini mirip saat Djanur datang pertama kali di Persebaya, dimana kala itu Persebaya juga berada di posisi 13 dengan 25 poin.

“Yang pasti, kami bertekad dan memiliki keinginan kuat untuk memenangkan semua pertandingan kandang, baru kita cari poin dipartai away, kita sudah sepakati itu, mudah-mudahan mentalitas ini akan ada pada setiap pertandingan di GBT,” harap pelatih 53 tahun tersebut.

“Mereka sadar akan itu, tapi saya tetap sampaikan pada pemain untuk tetap semangat,” pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help