News

Ternyata Hal Ini yang Membuat 22 Relawan Asing Harus Dipulangkan Dari Palu, Simak Baik-Baik

Namun sayangnya, sempat beredar kabar tak sedap bahwa banyak relawan asing yang dipulangkan dari Palu beberapa waktu yang lalu.

Ternyata Hal Ini yang Membuat 22 Relawan Asing Harus Dipulangkan Dari Palu, Simak Baik-Baik
TribunMedan.com
Relawan Asing 

SURYAMALANG.COM - Semenjak Palu dan Donggala Sulawesi Tengah didera bencana alam dan Tsunami akhir September lalu, berbagai bala bantuan berdatangan dari berbagai penjuru tanah air bahkan dunia.

Tanpa di komando, para relawan langsung berdatangan untuk mencari korban yang masih tertimbun bangunan ataupun tanah.

Bahkan banyak dari relawan asing yang ikut membantu mencari korban yang belum ditemukan dan membantu kebutuhan para korban di tenda-tenda pengungsian.

Namun sayangnya, sempat beredar kabar tak sedap bahwa banyak relawan asing yang dipulangkan dari Palu beberapa waktu yang lalu.

Hal itu sempat dipertanyakan oleh para relawan dan juga oleh masyarakat Indonesia yang mengetahui kabar tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel "Alasan di Balik Pemulangan 22 Relawan Asing dari Palu, Ternyata Sudah Diatur dalam Undang-Undang" Jumat (12/10/2018) Para relawan asing tersebut dilarang untuk memasuki daerah bencana alam.

Hal itu itu disampaikan oleh Salah seorang relawan yang tergabung dalam LSM Afrika Selatan, Give of Givers, Ahmed Bham.

Ahmed Bham mengatakan bahwa ia mendengar kabar relawan asing dari Urban Search and Rescue Team (USAR) mendapat pesan dari pemerintah untuk tidak memasuki daerah bencana dan menghentikan aktivitas pencarian korban.

"Semuanya akan dilakukan oleh tim dari dalam negeri dan semua relawan asing diminta kembali ke negaranya masing-masing karena tidak dibutuhkan Indonesia", kata Bham (11/10/2018).

Padahal, menurut Agus Salim, relawan asal Indonesia yang tergabung dalam LSM Strong Together mengatakan jika masyarakat di wilayah terdampak bencana masih sangat membutuhkan bantuan.

Halaman
1234
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved