Hari ini Terasa Panas Menyengat? BMKG Prediksi Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari Mendatang

Memang suhu di Jawa mencapai 34 hingga 37,5 derajat Celcius, begitu kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hari ini Terasa Panas Menyengat? BMKG Prediksi  Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari Mendatang
Foto oleh Erik Witsoe di Unsplash
Ilustrasi hujan 

SURYAMALANG.COM - Hari ini terasa Matahari menyengat?

Bukan cuma perasaan, namun memang suhu di Jawa mencapai 34 hingga 37,5 derajat Celcius, begitu kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Masih menurut BMKG, angka tersebut masih termasuk normal berdasarkan data klimatologis 30 tahun.

Hary Tirto Djatmiko, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG mengatakan kalau angka yang didapatkan itu berdasarkan suhu standar dan real berdasarkan pengukuran alat tanpa dipengaruhi oleh faktor sekitar.

Sehingga, bila suhu dirasa lebih panas karena sudah terdampak berbagai faktor.

“(Sedangkan) feels like (terasa seperti) sudah dipengaruhi oleh kondisi sekitar, seperti aktivitas kendaraan bermotor dan lain-lain sehingga pengukurannya bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Artinya, angka memang menunjukkan angka normal 34 hingga 37,5 derajat Celsius, namun suhu terasa lebih tinggi ataupun lebih rendah.

Drs. Zadrach Ledoufij Dupe M.Si., pakar Meteorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) saat dihubungi oleh Kompas.com, Jumat (12/10/2018) dalam artikel "Suhu Jawa 34-37,5 Derajat Celcius, Bukan Berarti Rasanya Sepanas Itu", adaptasi tubuh terhadap suhu adalah gabungan temperatur dan kelembapan.

“Kalau temperatur tinggi dan kelembapan tinggi, kita merasa gerah atau panas, sangat tidak nyaman. Tapi kalau temperatur tinggi dan kelembapan rendah, kita merasa biasa-biasa saja. Tubuh kita bisa beradaptasi dengan baik,” ujarnya.

Kelembapan Rendah

Catatan BMKG menunjukkan bahwa kelembapan udara kurang dari 60 persen pada ketinggian 3-5 km dari permukaan.

Kelembapan rendah ini mungkin membingungkan banyak orang. Sebab, pelajaran sekolah menuturkan bahwa Oktober sudah memasuki musim hujan.

Nyatanya, masyarakat Pulau Jawa belum merasakan hujan hingga kini.

Bahkan, prakiraan BMKG menunjukkan bahwa hujan akan mundur dari jadwal sebanyak 10 hingga 30 hari.

Baik Zadrach maupun Hary berkata bahwa musim kemarau yang lebih panjang ini disebabkan oleh fenomena El Nino, di mana massa udara dingin dan kering mengalir dari Australia menuju Indonesia bagian selatan khatulistiwa, terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Penulis: Insani Ursha Jannati
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help