Pemilu

Antisipasi Data Ganda, KPU Jatim Lakukan Pencermatan DPT Bersama KPU Kabupaten/Kota

Rakor dilaksanakan dalam rangka percepatan koordinasi Provinsi bersama dengan 38 Kabupaten/ Kota terkait dengan data pemilih pemilu

Antisipasi Data Ganda, KPU Jatim Lakukan Pencermatan DPT Bersama KPU Kabupaten/Kota
suryamalang.com/Bobby Constantine Koloway
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan I (Senin, 15/10/2018) di Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan I selama dua hari (Senin-Selasa, 15-16/10/2018). Rakor dilaksanakan di kantor KPU Jatim ini diikuti oleh Divisi yang membidangi data dan operator Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) dari 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jatim.

Acara ini dihadiri Divisi Perencanaan dan Data KPU Jatim, Choirul Anam, serta Anggota KPU Jatim lainnya. Di antaranya Gogot Cahyo Baskoro serta Insan Qoriawan. Hadir pula dalam rakor, Sekretaris KPU Jatim, Muhammad Eberta Kawima dan Kabag Program; Data; Organisasi dan SDM KPU Jatim, Suharto.

Anggota KPU Jatim, Choirul Anam dalam arahannya menyampaikan bahwa Rakor tersebut dilaksanakan dalam rangka percepatan koordinasi Provinsi bersama dengan 38 Kabupaten/ Kota terkait dengan data pemilih pada pemilu tahun 2019. “Hal ini agar persoalan mengenai data pemilih dapat segera terselesaikan,” kata Anam (15/10/2018).

Secara spesifik, Anam menyebut beberapa hal yang dibahas dalam rakor. Pertama, mengenai data pemilih ganda yang ditargetkan diselesaikan dan diinventarisir secepatnya. "Jika sudah selesai, data ganda dan invalid antar provinsi, maka akan segera dikirim ke wilayah yang bersangkutan,” tuturnya.

Kedua, forum ini juga akan membahas mengenai data pemilih lapas. Sampai dengan hari ini, data lapas masih belum selesai. Anam berharap antar Kabupaten/ Kota juga bisa sharing data. Kemudian, yang penting juga terkait data kiriman dari KPU RI. “Data DP4 non-DPT. Yang harapannya clear pada rakor dua hari ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, KPU RI sebelumnya memberikan batas waktu selama 60 hari untuk melaksanakan perbaikan pasca menetapkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 1 pada Minggu (16/9/2018) silam. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman menilai kesepakatan soal perbaikan Daftar Pemilih Tetap dilangsungkan selama 60 hari tersebut tidak akan menghambat ketersediaan surat suara.

Pemilih yang masuk dalam DPTHP yang diputuskan oleh KPU sebesar 187.109.973 suara. Sementara itu, 30.490.255 pemilih di antaranya berasal dari Jatim.

Sebelum penetapan itu, KPU Jatim juga telah mencoret 54.940 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena berbagai alasan, dii antaranya data ganda. Namun, jumlah tersebut bisa saja berubah kembali pada proses perbaikan kali ini.

"KPU membuat rekapitulasi DPTHP 1. Siapa pun yang mempunyai catatan dipersilakan masukan paling lama 60 hari ke depan," ujar Arief Budiman kala itu.

"Mudah-mudahan masing-masing pihak bisa menyelesaikan dan menindaklanjuti dengan cara yang sama, sebab DPT itu yang punya kewenangan untuk memproses hingga menetapkan itu KPU, basisnya ada di sini," katanya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved