Surabaya

Bekas Anggota Komisi B DPRD Jatim Buka-bukaan, Semua Koleganya Terima Uang Sogok

Basuki adalah bekas Ketua DPRD Kota Surabaya dari PDI Perjuangan pada awal reformasi yang pernah terbukti korupsi.

Bekas Anggota Komisi B DPRD Jatim Buka-bukaan, Semua Koleganya Terima Uang Sogok
Pradhitya Fauzi
Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, Senin (15/10/2018) siang. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya di Sidoarjo memeriksa kembali perkara suap terhadap anggota DPRD Jatim, Senin (15/10/2018) siang.

Saksi utama dalam sidang kali ini adalah Ka'bil Mubarok, bekas anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PKB.

Pada Januari 2018, Ka'bil Mubarok sudah divonis 6,5 tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp 225 juta dari para kepala dinas di Pemprov Jatim. 

Ka'bil juga berdalih sekadar melaksanakan tugas dari Ketua Komisi B DPRD Jatim, M Basuki. 

Lazim diketahui, Basuki adalah bekas Ketua DPRD Kota Surabaya dari PDI Perjuangan pada awal reformasi yang pernah terbukti korupsi.

Selepas dari penjara, Basuki memimpin PNBK Surabaya, partai baru yang didirikan, antara lain, Eros Djarot. 

Pada Pemilu 2014, Basuki terpilih sebagai anggota DPRD Jatim dari Partai Gerindra.

Pada Januari 2018, Basuki divonis 7 tahun penjara dan dihukum membayar denda Rp 225 juta, subsider kurungan 1 tahun.

Kini, Ka'bil Mubarok buka-bukaan. Dia menyatakan bahwa uang hasil suap dari para kepala dinas itu juga dinikmati semua koleganya di Komisi B DPRD Jatim

Menurut Ka'bil, Basuki memintanya untuk mengingatkan para kepala dinas perihal uang suap untuk anggota Komisi B DPRD Jatim sebagai mitra kerja.

Halaman
1234
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved