Surabaya

Usai Beraksi di Surabaya, Penjambret Ini Sembunyi Selama 2 Tahun di Pondok di Bangkalan

Penjambret asal Surabaya ini langsung kabur usai tahu korbannya tewas. Dia mengaku sembunyi di pondok pesantren di bangkalan.

Usai Beraksi di Surabaya, Penjambret Ini Sembunyi Selama 2 Tahun di Pondok di Bangkalan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Pelarian Edi Santoso (21) berakhir.

Anggota Polsek Tenggilis menangkap tersangka kasus jambret yang menjadi buronan sejak 2016 silam.

Pria asal Bulak Banteng, Surabaya itu diduga menjambret seorang perempuan di kawasan Rungkut Industri.

( Baca juga : Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Ada Fenomena Tak Biasa di Tulungagung, Mojokerto, dan Sumenep )

Akibat penjambretan itu, korban terjatuh dari motor dan meninggal dunia.

Selama menjadi buronan, tersangka sembunyi di Bangkalan.

“Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya,” kata AKP Puguh Sudaryono, Kanitreskrim Polsek Tenggilis, Selasa (16/10/2018).

( Baca juga : Konyol! Pemuda Jember Ini Menjambret Tas Milik Tetangganya )

Edi beraksi bersama rekannya bernama Abdurahman (35) yang sudah tertangkap lebih dulu.

“Dia (Edi) berperan sebagai eksekutor. Sedangkan temannya berperan sebagai joki,” kata Puguh.

Ternyata selama sembunyi, Edi mengaku menetap di sebuah pondok pesnatren di Bangkalan.

( Baca juga : Banyak Orang Tertipu Promosi Rumah Bersubsidi di Mojokerto )

“Kami sempat ke rumahnya sekitar sebulan lalu. Saat itu dia belum pulang.”

“Kemudian kami ke rumahnya beberapa hari lalu. Ternyata dia sudah pulang, dan langsung kami tangkap,” kata Puguh.

Dalam catatan kepolisian, komplotan ini sudah tiga kali beraksi di Surabaya.

( Baca juga : Pasutri Muda Asal Lamongan Dihukum 4 Tahun 8 Bulan Penjara dan Denda Rp 800 Juta )

“Dia mengaku tidak tahu tempatnya,” kata Puguh.

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved