Selebrita
Ditolak DPRD Palu Saat Lakukan Rapat, Pasha Ungu Siap Mundur Dari Jabatan Wakil Wali Kota Palu
Ditolak DPRD Palu Saat Lakukan Rapat, Pasha Ungu Siap Mundur Dari Jabatan Wakil Wali Kota Palu
Penulis: Fakhri Hadi Pridianto | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.com - Tangis haru membanjiri wajah Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu.
Hal itu terjaadi setelah Pasha menyatakan siap mundur dari jabatan Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Pantauan SURYAMALANG.com, ungkapan penyesalan itu ia ungkapkan bila dirinya dianggap gagal atau tidak mampu mengatasi percepatan pemulihan kota Palu pasca gempa dan tsunami.
"Saya secara pribadi sebagai Wakil Wali Kota kalau memang dianggap tidak maksimal menjalankan pemerintahan, saya tidak ada masalah, saya siap diturunkan atau mengundurkan diri," ujar Pasha di kantor DPRD Palu, Rabu (17/10/2018)
Baca: Seragam Gratis Belum Selesai Dibagikan, Masih Ada Siswa SMP Berseragam SD Di Tulungagung
Baca: Selain Ivan Gunawan, Ini Deretan Pria Tampan yang Pernah Disebut-sebut Dekat Dengan Ayu Ting Ting
Baca: 3 Tahun Belum Selesai, Maria Berharap Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Segera Diselesaikan
Baca: Aksi Lucu Arsy Hermansyah Lakukan Falling Star Challenge dengan Barang Unik, Bikin Gemas!
Pernyataan tersebut ia sampaikan sela skors Rapat Dengar Pendapat di kantor DPRD setempat untuk mewakili Wali Kota Palu, Hidayat yang berhalangan hadir.
Vokalis band Ungu ini mengatakan diawal pascagempa bantuan logistik yang datang sangat terbatas, lalu bagaimana perasaan bila ada warga yang tidak mendapatkan bantuan.
"Apalah artinya saat datang diawal-awal hanya satu truk, kira-kira bagaimana rasanya kalau anda berada disitu. Boleh dikata aparatur pemerintah sudah bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, kira-kira seperti apa yang kami harus lakukan," tuturnya.
Baca: Potret Rumah Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, Bagian Kamar Anaknya Bernuansa Biru & Lucu
Baca: Pamit di Instagram, Beredar Foto Awkarin Jadi Relawan Bencana Gempa dan Tsunami Palu
Namun nampaknya Pasha lebih fokus kepada bagaimana membuat masyarakat Kota Palu bangkit dari kondisi yang terjadi saat ini dengan memberikan pemenuhan jaminan hidup kepada masyarakat.
"Saya kira itu bukan persoalan, tapi hari ini bagimana kita memberikan pemenuhan jaminan hidup masyarakat kita terkait tuntutan kebutuhan makanan mereka, karena tanggap darurat ini diperpanjang sampai tanggal 26 Oktober," katanya menambahkan.
Rapat dengar pendapat yang akan membahas pemulihan kota serta anggaran bantuan kepada korban pascagempa diskors tanpa batas waktu sampai Wali Kota Palu hadir untuk memberi penjelasan penanganan bencana.
Awalnya rapat dipimpin Ketua DPRD Palu, Ishak Cae berlangsung alot sebab anggota dewan mengajukan interupsi meminta Wali Kota hadir dalam rapat sesuai dengan kesepakatan awal hingga akhirnya anggota lain ikut interupsi dan walk out meninggalkan ruang rapat.
Baca: Pantas Nagita Slavina Selalu Segar & Awet Muda Seperti Ini Perawatan Wajahnya, Sampai Setrika Muka
Baca: Usai Jalani Seleksi Berbasis Komputer, Maudy Ayunda Beri Pesan untuk Pelamar CPNS 2018
Pada saat bersamaan, sejumlah warga masuk di ruang rapat sambil membawa spanduk mosi tidak percaya dengan pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu terkait dengan penanganan pascagempa yang dinilai lamban.
Mereka meminta beberapa angota DPRD setempat bertanda tangan.
Permohonan Maaf Pasha Ungu
Sebelumnya, terkait dengan bencana alam di wilayah yang dipimpinnya, Pasha memberikan pernyataan melalui Instagram.