Citizen Reporter

HIMPSI Ajak Petugas Lapas Malang Tingkatkan Kemampuan Konseling

Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Malang bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Malang

HIMPSI Ajak Petugas Lapas Malang Tingkatkan Kemampuan Konseling
Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Malang bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Malang menggelar Workshop Brief Counseling dan Indepth Interview bagi pegawai dan petugas Lapas. Acara yang digelar selama dua hari (16-17 Oktober 2018) ini menyajikan dua materi, yakni materi brief counseling pendekatan yang comprehensif-aplikatif, dan indepth interview. 

SURYAMALANG.COM - Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Malang bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Malang menggelar Workshop Brief Counseling dan Indepth Interview bagi pegawai dan petugas Lapas. Acara yang digelar selama dua hari (16-17 Oktober 2018) ini menyajikan dua materi, yakni materi brief counseling pendekatan yang comprehensif-aplikatif, dan indepth interview.

Wakil ketua HIMPSI Malang, Sayekti Pribadiningtyas mengatakan, training brief counseling mendorong pesertanya untuk mengembangkan keterampilan konseling berbasis brief.

“Tujuannya untuk menggali, mengenali, dan membantu klien untuk merencanakan perubahan terstruktur atas permasalahan yang dihadapinya,” kata Sayekti di Malang, Kamis (18/10).

Sementara, materi In-depth interview, sambung Sayekkti, merupakan metode yang berusaha menggali informasi dengan sangat dalam dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Menurutnya, kedalaman informasi menjadi penting karena semakin komprehensif informasi yang disampaikan, semakin subjektif, informatif, reflektif, dan meaningfull.

“Melalui pendekatan yang komprehensif-aplikatif, training in-depth interview mendorong petugas lapas untuk mengembangkan keterampilan wawancara terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur yang bertujuan menggali informasi agar WBP Lapas Kelas 1 Malang lebih maksimal,” jelasnya.

Kepala Lapas Kelas 1 Malang, Farid Junaedi mengatakan, lapas ini over capacity dan terjadi crowded dalam pengelolaan. Terdapat 2.917 WBP yang perlu ditangani lebih maksimal dan manusiawi. Maka, adanya workshop ini sangat penting untuk melatih petugas agar mampu meningkatkan kemampuan konseling sehingga meningkatkan pelayanan bagi warga binaan.

“Semakin besar dan kompleks masalah dialami WBP, maka diperlukan seorang ahli dalam konseling yang mampu memberikan konseling baik secara singkat maupun mendalam, yang diharapkan petugas mampu memberikan pelayanan itu,” ujarnya.

Psikolog HIMPSI, Ratih Damayanti bersama tim indepth interview mengatakan, teknik ini merupakan pendukung tercapainya brief counseling. Menurutnya, yang lebih pentingnya adalah bisa menjadikan konselor-konselor handal dan mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kalangan WBP.

“Tujuan akhirnya, terciptanya kondisi yang nyaman pada narapidana sehingga program keamanan dan pembinaan di Lapas I Malang bisa terealisasikan,” ujarnya.

Antusiasme peserta workshop juga menjadi perhatian Ratih. Kata dia, peserta semakin antusias dengan banyaknya praktek - praktek penggalian permasalahan yang mendalam pada sesama peserta workshop yang lain. Dalam praktek tersebut, peserta lain mengobservasi apa yang belum, apa yang kurang, dan bagaimana yang seharusnya, sesuai dengan pemahaman teori yang sudah diberikan pemateri.

“Banyak sekali muncul pertanyaan peserta terutama jika WBP sudah menutup diri. Permasalahan inilah yang sering terjadi di kalangan petugas ketika mencoba melakukan konseling pada narapidana sebelumnya,” tukasnya. ADI H

Tags
Malang
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved