Madiun

Mencermati Dalih Jaksa Tidak Menahan Kepala Dinas LH Kabupaten Madiun dan Bawahannya

Bambang Brasianto dan Priyono Susilohadi adalah tersangka korupsi penyalahgunaan dana pengelolaan sampah pada 2017 senilai Rp 2 miliar.

Mencermati Dalih Jaksa Tidak Menahan Kepala Dinas LH Kabupaten Madiun dan Bawahannya
rahadian bagus priambodo
TERSANGKA KORUPSI - Kepala Dinas LH Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Meski berstatus tersangka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto, tidak ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan, Kabupaten Madiun, Sugeng Sumarno, berdalih, itu karena alasan kemanusiaan.

Bambang Brasianto mengalami penyakit komplikasi setelah diperiksa beberapa kali oleh penyidik Kejari Mejayan.

Bahkan, Bambang Brasianto sempat dua kali mangkir tidak memenuhi surat panggilan jaksa karena dirawat di rumah sakit.

"Sampai saat ini pemeriksaan, tersangka sakit-sakitan. Tim sudah saya perintahkan ke RS ternyata benar, sudah dengan dokter pembanding. Ternyata benar sakit, komplikasi sehingga kami nggak bisa terlalu memaksakan," kata Sugeng saat dikonfirmasi, Kamis (18/10/2018).

Ia menuturkan, meski dalam kondisi sakit, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih berjalan. Akan tetapi, pemeriksaan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi kesehatan tersangka.

"Misalnya kemarin, ketika diperiksa tersangka keluar keringat dingin, akhirnya pemeriksaan dihentikan daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.

Sugeng mengatakan, atas dasar itulah pihak kejaksaan tidak melakukan penahanan. Selain itu, kata Sugeng, tersangka kooperatif dan selalu hadir memenuhi panggilan pemeriksaan.

Jaksa juga menetapkan tersangka pada anak buah Bambang Brasianto, Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Domestik, Priyono Susilohadi. 

Ia juga tidak ditahan. Jaksa berdalih, tidak ingin ada disparistas atau perbedaan perlakuan.

"Nanti kalau yang satu ditahan, satunya tidak, nanti disparitas," katanya.

Bambang Brasianto dan Priyono Susilohadi adalah tersangka korupsi penyalahgunaan dana pengelolaan sampah pada 2017 senilai Rp 2 miliar.

Berdasarkan penghitungan tim penyidik kejaksaan, kerugian negara diperkirakan sekitar Rp 400 juta hingga Rp 450 juta.

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan penyelesaian pemeriksaan tersangka Bambang Brasianto guna merampungkan tahap pemeberkasan, sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved