Malang Raya

Masalah Transportasi Publik di Kota Malang Harus Ditata Terlebih Dahulu

Transportasi publik di Kota Malang harus ditata terlebih dahulu agar rencana perbaikan layanan transportasi masal lebih efektif.

Masalah Transportasi Publik di Kota Malang Harus Ditata Terlebih Dahulu
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Kemacetan di Jalan Rabu Grati, Kota Malang, Sabtu (1/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN –  Transportasi publik di Kota Malang harus ditata terlebih dahulu agar rencana perbaikan layanan transportasi masal lebih efektif. Pasalnya, untuk kondisi jalanan Kota Malang seperti saat ini, belum memungkinkan membahas terkait transportasi masal. Hal itu dikemukakan oleh Dito Arief selaku Wakil Ketua Komisi C Bidang Pembangunan.

Menurut Dito penataan transportasi publik seperti angkot akan memudahkan manajemen pelayanan transportasi masal ke depannya. Namun hal itu memang membutuhkan waktu.

“Yang perlu ditata awal adalah transportasi publik, jadi seperti angkot. Itu ditata, ada step by step,” katanya, Minggu (21/10/2018).

Kemudian ketika infrastruktur sudah siap, seperti jalur lingkar timur yang menghubungkan daerah ke kota, maka penataan transportasi masal bisa disesuaikan. Di sisi lain, jalan tembusan dari lingkat rimut itu juga sesuai dengan rencana jangka panjang Pemkot Malang dan Pemrpov Jawa Timur.

“Sekarang kok kayaknya ini ya, jalanan Kota Malang yang sempit menjadi malasah baru. Yang lebar ini tidak banyak,” terangnya.

Penataan ulang transportasi publik menurut Dito perlu dilakukan oleh oleh Pemkot Malang yang bekerjasama dengan pihak ketiga. Untuk menyesuaikan dengan jalanan Kota Malang yang kecil, alternatif pilihan angkot bisa dalam bentuk bus kecil dan elf.

“Tidak harus dikelola Pemkot. Tapi ada pihak ketiga untuk kerja sama. Bisa menunjuk perusahaan mengelola transportasi publik agar pelayanannya lebih maksimal dan profit oriented,” imbuhnya.

Ditambahkan Dito, Pemkot Malang sudah memiliki rencana untuk penataan transportasi di Kota Malang kedepannya. Hal itu ia ketahui saat mendengarkan pemaparan RPJMD Pemkot Malang beberapa waktu lalu.

“Kalau kemarin dalam RPJMD sudah masuk. Tetapi memang pelaksanaannya harus kita kawal juga. Apa yang direncanakan harus sesuai. Tapi memang belum secara detail. Nanti kalau sudah masuk detail, kita kaji di DPRD,” tegasnya.

Di sisi lain, Dito mengatakan kalau kemacetan di Kota Malang bisa menjadi bom waktu bagi masyarakat Kota Malang. Pasalnya, kemacetan yang terus-menerus terjadi akan mempengaruhi produktivitas masyarakat dan perekonomian.

“Untuk saat ini saya kira masih belum sampai begitu. Namun kalau tidak diselesaikan akan menjadi bom waktu. Kalau sekarang kan macetnya Malang ini masih mengalir. Tapi kalau sudah tidak mengalir, kekhawatiranmengganggu aktivitas produktivitas warga bisa terjadi. Sebelum sampai ke sana harus ada langkah antisipasi untuk mengurai kemacetan,” jelasnya. 

Tags
Malang
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved