Kota Batu

Wawali Batu Belum Tahu Ada Warganya Bernasib Buruk Selama di Hongkong

"Kalaupun ada itu tidak sampai yang menjadi pekerja rumah tangga. Kebanyakan jadi dosen, atau ahli teknisi di luar negeri," pungkasnya.

Wawali Batu Belum Tahu Ada Warganya Bernasib Buruk Selama di Hongkong
sany eka putri
Febrina Fransisca (26), perempuan asal Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Fransiska, mengalami peristiwa pilu selama bekerja di Hongkong. Foto kanan: Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU -  Febrina Fransisca (26), perempuan asal Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu  Fransiska, mengalami peristiwa pilu selama bekerja di Hongkong.

Dia diperjualbelikan oleh majikannya dan tidak digaji selama 9 bulan bekerja.

BERITA TERKAIT: Jadi TKW di Hong Kong, Wanita Asal Kota Batu Ini Tak Digaji Selama 9 Bulan

Kabar menyedihkan itu ternyata belum diketahui Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

"Saya masih belum tahu, tetapi saya terima kasih sudah diberitahu, dan ini menjadi pelajaran bersama buat kita semua. Tetapi saya akui, di Batu ini sedikit yang memilih bekerja di luar negeri apalagi sampai jadi TKI," kata Punjul, Senin (22/10/2018).

Ia tidak melarang jika memang ada yang mau bekerja di luar negeri. Karena diakuinya lulusan SMA/SMK ataupun lulusan kuliah tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan kesempatan menjadi TKI.

Namun ia meminta jika memang menjadi TKI harus melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di kota Batu.

"Agar kami juga bisa ikut memantau bagaimana perkembangannya di sana. Bagaimana kerja di sana, apakah ada masalah atau tidak. Jika ada masalah kami kan bisa membantu," kata Punjul.

Namun, lanjutnya, jika melalui PJTKI luar daerah akan sulit bagi Pemkot Batu untuk memantau.

Menurutnya akan ada banyak peluang bagi masyarakat kota Batu bisa bekerja di luar negeri. Sejauh ini, pihak Pemkot Batu memang belum ada program khusus untuk melindungi TKI asal Batu yang bekerja diluar negeri. Hal itu dikarenakan sedikitnya warga Batu yang mau jadi TKI.

"Kalaupun ada itu tidak sampai yang menjadi pekerja rumah tangga. Kebanyakan jadi dosen, atau ahli teknisi di luar negeri," pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Batu, Hari Danah Wahyono menambahkan setidaknya Pemkot Batu harus membuka peluang kerja yang lebih bagi warga Kota Batu. Karena menurutnya seperti UMKM diberi kesempatan yang besar bagi masyarakat Kota Batu.

"Ada dulu tetangga saya juga yang menjadi TKI. Nah kami mengimbau cobalah membuka usaha di sini. Jangan jauh-jauh, cukup membuka lapak, dalam sebulan saja sudah bisa mendapatkan hasil yang lumayan," kata Danah.

Lalu, lanjut Danah yang harus dilakukan Pemkot Batu ialah mendahulukan warga Kota Batu yang memang mau membuka usaha atau membuka lapak di Alun-alun Batu. Karena jangan sampai PKL di Kota Batu justru malah dipenuhi dari warga luar Kota Batu.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved