Pemilu

Efek Kemenangan Khofifah, Partisipasi Muslimat Jadi Caleg Di Jatim Meningkat

Anggota Muslimat yang nyaleg tidak dalam arahan atau koordinasi dengan pengurus secara khusus

Efek Kemenangan Khofifah, Partisipasi Muslimat Jadi Caleg Di Jatim Meningkat
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Jatim, Masruroh Wachid. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pesta demokrasi pemilihan legislatif (Pileg) 2019 diramaikan banyak emak-emak Jawa Timur. Termasuk dari kalangan Muslimat Jawa Timur.

Sejak Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dinyatakan menang dalam Pilgub Jatim 2018, cukup banyak anggota Muslimat yang ikut mencalonkan diri sebagai calon legislatif untuk Pileg 2019.

"Untuk yang maju sebagai caleg 2019 memang banyak, meningkat dari pileg sebelumnya," kata Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU, Masruroh Wachid, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, ada sekitar dengan 12 orang Muslimat yang maju Pileg 2019. Namun ia mengatakan, untuk anggota Muslimat yang nyaleg tidak dalam arahan atau koordinasi dengan pengurus secara khusus. Terlebih yang maju sebagai caleg juga berangkat dari banyak partai yang beragam.

"Ada beberapa yang saya tahu, di Jember itu banyak Muslimat yang maju nyaleg, lalu juga di Tulungagung, yang di Surabaya juga ada, di Kediri, Malang, juga Batu," kata Masruroh.

Mereka maju untuk anggota DPR mulai kabupaten kota, maupun provinsi dan DPR RI. Sedangkan saat ini pengurus Muslimat yang duduk sebagai legislator, dikatakan Masruroh, ada di sejumlah daerah. Seperti di Bangil, Pasuruan, Banyuwangi dan Sidoarjo.

"Kebanyakan maju lagi. Sedangkan untuk Pileg tahun depan yang dari pengurus PW yang maju Bu Dwi Astuti, maju sebagai caleg DPRD Jatim," ucapnya.

Pihaknya mengaku memberi kebebasan bagi Muslimat yang ingin menyalonkan diri sebagi calon legislatif. Termasuk di kabupaten kota. Tidak ada kewajiban untuk meminta izin ataupun melapor pada pengurus wilayah Muslimat.

Namun ia menganggap, kemenangan Khofifah memang menjadi salah satu faktor meningkatnya minat Muslimat untuk terjun di dunia politik.

"Tapi secara khusus untuk arahan tidak ada," imbuhnya.

Begitu juga untuk pilihan emak-emak dalam Pileg. Ia mengaku tidak memberikan arahan agar Muslimat satu suara dalam Pileg. Sebab yang maju juga berangkat dari partai yang berbeda beda.

Sehingga pengurus wilayah Muslimat Jatim memberikan kebebasan pada anggota Muslimat untuk menentukan pilihan dalam Pileg.

Kecuali dalam Pilpres, ditegaskan Masruroh, Muslimat sudah menentukan pilihan untuk bergabung dengan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang memberikan dukungan untuk pasagan Jokowi-Kiai Ma'ruf.

"Saya berharap Muslimat yang nyaleg bukan hanya sekedar pelengkap untuk memenuhi kuaota 30 persen untuk caleg perempuan. Tapi harus menjadi subjek untuk melakukan untuk bangsa dan daerahnya," pungkas Masruroh.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved