Kediri

Diskusi dan Kirab Kitab Sutosoma saat Peringatan Sumpah Pemuda di Wates, Kediri

Lazim diketahui, semboyan Bhineka Tunggal Ika berasal dari Kitab Sutasoma karya Empu Tantular, pujangga pada masa Kejayaan Majapahit.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: yuli
suryamalang.com
E pluribus unum, Unity in diversity, Bhinneka Tunggal Ika. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang, Rumah Masa Kecil Persada Bung Karno bakal menggelar kirab Kitab Sutasoma.

Kirab dilakukan dengan berjalan keliling Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

"Kitab Sutasoma kami pinjam dari Museum Empu Tantular Sidoarjo. Alhamdulillah sudah disetujui atas rekomendasi dari Dinas Pariwisata Jawa Timur," ungkap Kushartono, pengelola Rumah Masa Kecil Bung Karno kepada Surya, Selasa (23/10/2018).

Dijelaskan Kushartono, kirab dilaksanakan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang.

Lazim diketahui, semboyan Bhineka Tunggal Ika berasal dari Kitab Sutasoma karya Empu Tantular, pujangga pada masa Kejayaan Majapahit. 

Kitab itu juga akan didiskusikan di Wates.

"Mohon doa restu semoga Kirab Kitab Pusaka Sutasoma ini membawa berkah bisa menguatkan daya rasa kebangsaan kita," harapnya.

Diharapkan dengan melakukan diskusi membedah Kitab Sutasoma mampu menerangi akal pikiran dari ancaman perpecahan bangsa.

"Minimal dengan acara ini kita sadar bahwa kita adalah bangsa yang besar," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved