Advetorial

Walikota Sutiaji Gagas Pameran UMKM Bertaraf Nasional Di Kota Malang

Dengan menjadi tuan rumah sendiri dalam pameran berskala nasional, diharapkan makin banyak produk UMKM kota Malang yang ditampilkan

Walikota Sutiaji Gagas Pameran UMKM Bertaraf Nasional Di Kota Malang
Istimewa Pemkot Malang
Walikota Malang, Sutiaji bersama Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita di Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta, Rabu (24/10/2018) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Melihat antusiasme pengunjung ke stand kota Malang di ajang Trade Expo Indonesia (TEI), Wali Kota Malang, Sutiaji berinisiatif untuk menggelar ajang pameran produk UMKM (usaha mikro kecil menengah) skala nasional.

"Kita akan menggandeng Kementerian Perdagangan RI untuk mengundang para buyers dari luar negeri untuk bisa datan gke pameran produk UMKM Kota Malang nanti," kata Sutiaji, disela sela gelar pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke - 33 di BSD city, Tangerang, Banten (24/10/2018)

Didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Wahyu Setianto dan Kepala Dinas Koperasi UKM,
Tri Widyani Pangestuti, Walikota Malang berkesempatan bertemu langsung dengan Petinggi Kemendag RI.

"Saya sudah perintahkan kepada Disperdag, Disperin dan Dinkop UKM
untuk sinergi dan kolaborasi mematangkan perencanaannya dengan melibatkan 
stakeholders yang ada, seperti Kadin Kota serta yang lainnya, agar
pameran UMKM bisa digelar maksimal, " ujar Pak Ji, sapaan akrab Walikota Malang, Sutiaji.

Langkah yang dilakukan Walikota Malang, Sutiaji cukup wajar bila melihat keterbatasan jumlah UMKM yang tidak mungkin diikutkan semua untuk jualan dengan pola road show. Namun, dengan menjadi tuan rumah sendiri dalam gelaran pameran berskala nasional, diharapkan makin banyak potensi produk unggulan kota Malang yang akan ditampilkan.

Kepada Kadindag dan Kadinkop UKM, Sutiaji memerintahkan untuk berkonsultasi dengan
kementerian secara intens mengawal gagasan tersebut. Bahkan secara khusus, Walikota pecinta kuliner pedas ini, menarget untuk pasar Afrika yang dinilai potensial untuk masuknya produk kota Malang.

Sebagaimana data yang terlansir sebelumnya, jumlah Usaha Mikro Kota Malang sebanyak 99.213 usaha, dengan rincian di Kedungkandang sebanyak 21.045, Sukun 20.251, Klojen 17.034, Blimbing 19.414 dan sebanyak 21.469 usaha berada di Lowokwaru. Untuk Usaha Kecil terdata
di Kedungkandang sebanyak 1.876 usaha, Sukun 1.766 usaha, Klojen 2.395, Blimbing 1.674 dan di Lowokwaru 2.231 usaha. Ada pun untuk cluster Usaha Menengah terdata 342 usaha berada di Kedungkandang, 428 di Sukun, 1.622 di Klojen, 608 di Blimbing serta di kecamatan
Lowokwaru sebanyak 711 usaha.

Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar Kementerian Perdagangan RI, merupakan upaya strategis dan komitmen untuk meningkatkan ekspor secara berkesinambungan.  Seperti diutarakan Arlinda, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag RI, nilai transaksi ditargetkan sebesar US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 20 triliun (kurs Rp 13.500). Tahu lalu nilai transaksi TEI mencapai US$ 1,4 miliar.

"Target kita transaksi 2018 mencapai US$ 1,5 miliar. Sesuai arahan Pak Menteri harus jauh lebih tinggi dari 2017, jadi mau tidak mau harus mencapai US$ 1,5 miliar," kata Arlinda.

TEI merupakan ajang dagang yang akbar. Tercatat ada 1.110 peserta pameran untuk ikut berpartisipasi, dengan target pengunjung baik dalam negeri maupun luar negeri sebanyak 28 ribu untuk melihat lebih dari 300 produk yang ditampilkan. Melihat semarak dan tingginya animo di hari pertama pembukaan (24/10), wajar bila Sutiaji bertekad menggelar ajang ini (seperti itu) di kota Malang.

TEI menampilkan 300 produk dan jasa yang dibagi menjadi 8 zona, yaitu kuliner nusantara, craft dan lifestyle product, furniture, creative products and service, manufaktur, strategic industry, food and beverages dan local champion products, acara dibuka Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Mendag mengatakan, pada dasarnya melalui kegiatan TEI, dapat menopang peningkatan ekpsor sebesar 11 persen . "Target ekspor kita secara keseluruhan akan naik 11% berdasarkan evaluasi Kemendag. Tahun lalu (2017) bisa mencapai 17 persen walaupun targetnya 6 persen. Nah target 2018, minimal 11 persen itu bisa tercapai dengan berbagai kegiatan seperti promosi
ini, " tutur  Enggartiasto.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved