Kota Batu

PDAM Kota Batu Minta Tambahan Modal Rp 48 Miliar, Berikut Ini Alasannya

PDAM mendapatkan modal terakhir tahun 2005. Oleh karena itu ia mengajukan anggaran sebesar Rp 48 miliar.

PDAM Kota Batu Minta Tambahan Modal Rp 48 Miliar, Berikut Ini Alasannya
Perbaikan saluran pipa PDAM di Kecamatan Batu oleh PDAM beberapa waktu lalu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Satu dari tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan PDAM Kota Batu, sudah selesai.Yaitu Perda Perusahaan Air Minum Among Tirto.

Perda yang ditetapkan 25 Oktober 2018 itu mengatur perihal struktur organisasi PDAM, masa bakti direktur, kenaikan pangkat, gaji, dan lain-lain.

"Kalau tidak ada payung hukum, kan kasihan juga masyarakat yang ingin menambah jaringan, pipa. Dengan begini sudah bisa melakukan hal yang tersedia payung hukumnya. Nah nanti tinggal Perda penyertaan modal," kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko seusai pengesahan Perda PDAM di DPRD Batu, Kamis (25/10/2018).

Ia menambahkan, perda ini juga akan membantu permasalah yang dialami di Kota Batu. Seperti penyudetan liar pipa di Desa Oro-oro Ombo.

"Salah satunya itu ya isi dari Perda. Intinya kami ingin melalui perda ini, segala hal sudah diatur. Perlahan-lahan nanti kami isi aturan dengan hal-hal yang harusnya dicantumkan," kata Dewanti.

Dirut PDAM Batu, Edi Sunardi, berharap, dua raperda lain ditetapkan tahun ini juga. Terutama Raperda Penyertaan Modal.

Alasannya, sejauh ini PDAM mendapatkan modal terakhir tahun 2005. Oleh karena itu ia mengajukan anggaran sebesar Rp 48 miliar.

"Anggaran itu masuk Rencana Bisnis (Renbis) saya sebagai direktur PDAM untuk lima tahun. Ya semoga bisa segera ditetapkan tahun ini juga agar masuk ke dalam anggaran APBD 2019," kata Edi.

Ia menyebutkan anggaran itu untuk tiga hal yakni pelayanan publik daerah yang belum terlayani PDAM seperti Pendem, Dadaprejo, Mojorejo, Bumiaji. Lalu yang kedua untuk pengembangan usaha PDAM, dan yang ketiga untuk museum air sebagai edukasi masyarakat.

"Tapi yang kami tekankan untuk pelayanan masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan PDAM," imbuhnya.

Dikatakannya, anggaran sebesar Rp 48 Miliar itu tidak diberikan langsung dengan jumlah itu. Tetapi bertahap sesuai pengajuan yang diajukan oleh PDAM, sehingga bisa berkala. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved