Pilpres 2019

Jokowi ke Surabaya, Bicara Sontoloyo dan 24.000 Tenaga Kerja dari Tiongkok di Indonesia

Justru tenaga kerja Indonesia di Tiongkok yang lebih banyak, mencapai 80 ribu orang.

Jokowi ke Surabaya, Bicara Sontoloyo dan 24.000 Tenaga Kerja dari Tiongkok di Indonesia
ahmad zaimul haq
APEL PEMENANGAN NASDEM - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo memberikan sambutan pada Apel Siaga Pemenangan Partai NasDem Jawa Timur di JX Internasional Surabaya, Minggu (28/10/2018). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 9.238 kader aktif Partai NasDem di Jawa Timur. Ia juga memaparkan sejumlah hoax yang menyerang dirinya, mulai soal isu tenaga kerja Tiongkok di Indonesia hingga tuduhan keji bahwa dia kader PKI. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Calon Presiden nomor urut 1, Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal politik sontoloyo saat hadir di acara Apel Siaga Pemenangan Partai NasDem Jawa Timur serta Pengukuhan Kostranas (Komando Strategis NasDem) Jawa Timur, di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (28/10/2018).

Pasalnya capres yang diusung Partai Nasdem ini menyebutkan bahwa ia kesal dengan kondisi politik saat kini yang cenderung bermain kotor, menyebar fitnah dan juga hoax.

"Soal tenaga kerja asing. Isunya di Indonesia ada 10 juta tenaga kerja dari Tiongkok. Itu hoax," tegasnya.

Capres yang berpasangan dengan Cawapres Ma'ruf Amin ini menjelaskan, angka 10 juta yang beredar itu adalah kesepakatan pemerintah dengan Tiongkok terkait turis Tiongkok.

Sebab, masih menurut Jokowi, ada 180 juta turis Tiongkok yang jadi rebutan banyak negara di seluruh dunia.

"Dari tanda tangan dengan Tiongkok itu, minimal 10 juta wisatawan Tiongkol akan datang ke Indonesia," tegasnya.

Sedangkan untuk tenaga kerja dari Tiongkok, kakek Jan Ethes itu menyebutkan, di Indonesia hanya ada 24 ribu tenaga kerja. Justru tenaga kerja Indonesia di Tiongkok yang lebih banyak, mencapai 80 ribu orang.

"Justru di sana itu antek Indonesia. Jangan dibalik kita yang antek asing. Karena tenaga kerja kita di sana yang lebih banyak," sebutnya.

Jokowi menyebutkan juga, di Indonesia cenderung sedikit jumlahnya dibanding negara lain.

Dimana Indonesia memiliki tenaga kerja sing kurang dari 1 persen. Sedangkan negara lain di dunia bahkan rata-rata di atas 25 persen.

Seperti Arab Saudi, jumlah tenaga kerjanya mencapai 33 persen. Untuk Brunei Darussalam juga mencapai 32 persen. Singapura tenaga kerja asingnya mencapai 24 persen.

"Jangan rakyat dibohongi dengan data-data yang ngawur. Itu makanya yang saya bilang politik sontoloyo ya itu," tegas Jokowi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved