Tulungagung

Satu Lagi Korban Pencabulan Sejenis Di Tulungagung Dimintai Keterangan UPPA

Korban yang baru dimintai keterangan UPPA Polres Tulungagung masih berusia 15 tahun, dan sudah delapan kali dicabuli tersangka.

Satu Lagi Korban Pencabulan Sejenis Di Tulungagung Dimintai Keterangan UPPA
suryamalang.com/David Yohanes
Kepala UPPA Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Polisi sudah memeriksa satu tambahan korban Rony (45), pelaku pencabulan sejenis yang mengincar anak-anak.Korban yang baru dimintai keterangan ini masih berusia 15 tahun, dan sudah delapan kali dicabuli Rony.

"Tapi orang tuanya tidak melapor karena malu dan menganggap ini aib," ungkap Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih, Selasa (30/10/2018).

Priyo, nama samaran korban, kenal dengan Rony awal Juli 2018. Remaja putus sekolah ini awalnya sering ngopi di Cafe dan Karaoke milik Rony di Dusun Pasir Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol.

Dengan bujuk rayu, Rony berhasil mengajak kencan. Kepada Priyo, Rony memberi uang Rp 100.000 setiap keli kencan. Bukan hanya itu, Priyo juga sering mendapat pemberian barang, seperti handphone baru dan kaus.

"Dari pengakuan korban, setiap minggu rata-rata dicabuli tiga kali," tambah Retno.

Sama dengan korban sebelumnya, Rony melakukan oral seks kepada Priyo dan tidak melakukan sodomi. Karena orang tua korban tidak melapor, maka Priyo dimasukkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai saksi korban.

"Tidak terbit LP baru, tapi keterangannya akan memberatkan tersangka," ujar Retno.

Priyo, remaja asal Kecamatan Kalidawir ini diketahui putus sekolah saat di bangku SMP. Kedua orang tuanya adalah pekerja migran di Hongkong.

Anggota UPPA Polres Tulungagung sebenarnya sudah melakukan penyelidikan terhadap Rony. Sebab banyak laporan masyarakat soal perilakunya yang suka mengajak kencan remaja laki-laki. Perkara ini kemudian terungkap, setelah salah satu korbannya, Tono (14), nama samaran melapor ke orang tuanya usai dicabuli Rony.

Polisi kemudian menangkap Rony dan memasang garis polisi di cafenya. Selain Tono dan Priyo, ada satu korban lain yang disebut Rony. Namun Retno mengaku kesulitan melacak, karena korban hanya diketahui berasal dari Kediri. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved