Pemilu

Hampir Disalip PDIP Dalam Survei LSI, PKB Jatim: Kami Akan Maksimalkan Suara Daerah Kering

Selisih 0,7 persen membuat partai berlambang bintang sembilan ini belum terlalu nyaman menghadapi pemilu mendatang.

Hampir Disalip PDIP Dalam Survei LSI, PKB Jatim: Kami Akan Maksimalkan Suara Daerah Kering
net
PKB dan PDIP 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih cukup optimistis dapat kembali menjadi juara di Jawa Timur pada pemilu 2019 mendatang. Sekalipun, hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut PKB hanya terpaut tipis dari Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) pada hasil survei terbarunya.

Mengutip hasil survei LSI, PKB di Jatim masih berada di urutan pertama dengan 21,7 persen. Mereka unggul tipis dari PDI-Perjuangan dengan 21,0 persen. Kemudian, berturut-turut ada Partai Golkar (5,2 persen), Partai Gerindra (4,6 persen) dan Partai Demokrat (3,6 persen).

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim, Hikmah Bafaqih tak memungkiri bahwa pihaknya masih memiliki tugas besar. Selisih 0,7 persen membuat partai berlambang bintang sembilan ini belum terlalu nyaman menghadapi pemilu mendatang.

Menurutnya, hasil survei tersebut menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil pemilu 2014. Yang mana pada hasil tersebut PKB dan PDI Perjuangan hanya terpaut satu kursi.

PKB saat itu memperoleh 20 kursi sedangkan PDI Perjuangan mendapat 19 kursi. "Jadi, kalau belum jauh dari kondisi tersebut bagi kami harus lebih bekerja keras lagi. Kami harus memikirkan cara agar jaraknya bisa lebih aman," kata Hikmah kepada Surya.co.id (Tribunnews Network) di Surabaya, Sabtu (3/11/2018).

Menurutnya, suara PKB di survei tersebut masih belum maksimal. Sebab, berdasarkan target yang dicanangkan, PKB menargetkan dapat meraih minimal 30 kursi atau 25 persen dari kursi DPRD Jatim.

Oleh karenanya, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya, dengan memaksimalkan perolehan kursi di beberapa daerah pemilihan yang pada 2014 lalu belum mendapatkan kursi maksimal atau daerah kering.

Di antaranya, Dapil Jatim VII yang baru memberikan satu kursi bagi PKB. Di pemilu 2019, Jatim VII berubah menjadi Dapil Jatim IX.

"Konteks Jawa Timur, kami sudah mulai menata daerah-daerah yang pada mulanya kering untuk dapat menambah kursi. Ada beberapa strategi di sana. Di antaranya, memberikan pendampingan bagi para caleg," kata Hikmah yang juga caleg DPRD Jatim dari dapil Malang Raya ini.

Pendampingan tersebut akan dilakukan oleh pengurus di tingkat provinsi. "Kami akan melakukan intervensi untuk daerah-daerah yang selama ini kurang memberikan kursi bagi PKB," katanya.

Ia menambahkan bahwa saat ini, pihaknya masih melakukan sejumlah simulasi untuk terus mematangkan konsep pemenangan. "Hal ini yang menjadi tugaa kami bersama. Kami akan terus merumuskan situasi apa yang bisa kita gunakan sebagai energi besar sehingga bisa menguatkan perolehan suara PKB di Jawa Timur," katanya.

Pihaknya optimistis, hal itu tidaklah sulit untuk diwujukan. Sebab, proses rekrutmen caleg PKB memrioritaskan figur unggulan. "Hampir semuanya memiliki basis massa dukungan," kata Hikmah yang juga Ketua PW Fatayat Jatim ini.

Selain itu, keputusan partai untuk mengusung Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin di pemilihan presiden juga dipercaya dapat meningkatkan elektabilitas partai. "Keputusan untuk mengusung Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin, kami anggap juga memberikan potensi suara bagi PKB," pungkas Hikmah..

Untuk diketahui, Survei LSI dilakukan sejak tanggal 4 sampai 14 Oktober 2018. Selain di Jatim, Survei ini dilakukan di 10 provinsi dengan jumlah penduduk paling besar.

Jumlah responden di setiap provinsi adalah 600 orang sehingga total seluruhnya ada 6.000 responden. Margin of error dalam survei ini di setiap provinsi adalah 4,1 persen. Pembiayaan survei ini disebut dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved