Citizen Reporter

Generasi Milenial sebagai Penentu Masa Depan Bangsa di Tahun Politik

Oleh: Faiz Mirwan Hamid, Koordinator Komunitas Inspirasi Anak Bangsa, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang

Generasi Milenial sebagai Penentu Masa Depan Bangsa di Tahun Politik
Faiz Mirwan Hamid, Koordinator Komunitas Inspirasi Anak Bangsa, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang. 

Oleh: Faiz Mirwan Hamid, Koordinator Komunitas Inspirasi Anak Bangsa, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang

Akhir –akhir ini kata milenial selalu bermunculan dalam setiap perbincangan publik yang ada dalam lingkungan masyarakat Indonesia, baik dalam sisi pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan agama selalu saja menyoroti peran penting generasi milenial. Apalagi berbicara tentang politik yang kian tidak ada habis – habisnya untuk menarik dukungan kaum milenial itu sendiri, sebagai masyarakat sipil biasa tentunya kita hanya berfikir bahwa tahun politik adalah momentum pesta demokrasi untuk mendapatkan pemimpin terbaik.

Pertanyaan paling mendasar adalah apa yang harus dilakukan oleh kaum milenial saat ini, apakah acuh dengan keadaan politik sehingga memilih apatis dan terjerumus dalam pergaulan bebas, tentunya hal tersebut bukan menjadi keinginan kita semua karena kaum milenial harus memiliki peran positif kepada kemajuan bangsa ini.

Milenial atau generasi Y yang kelahirannya rentang di tahun 1980an hingga 2000, kiranya generasi milenial ini berusia antara 15 – 35 tahun. Banyak orang yang sebenarnya tidak memahami tentang milenial itu sendiri secara substansi.

Jika diamati secara langsung ketika kita memberikan sebuah pertanyaan kepada teman atau sahabat dekat tentang apa itu milenial, bisa dipastikan mereka hanya memberikan kesimpulan bahwa milenial itu anak muda, dan selalu dikaitkan dengan lifestyle (Pergaulan bebas, dan apatis. Padahal sebaliknya milenial adalah generasi produktif yang harus menjadi sumber penopang kemajuan bangsa ini.

Berdasarkan pandangan sosiolog, Karl Mennheim memperkenalkan teori tentang generasi, dalam esai yang berjudul “the Problem of Generation” .

Mennheim memiliki pandangan bahwa manusia – manusia di dunia ini akan saling mempengaruhi dan membentuk karakter yang sama karena melewati masa sosio-sejarah yang sama. Artinya adalah manusia – manusia tersebut akan selalu memiliki aktifitas sosial yang saling berkaitan antar satu sama lain, mengingat setiap generasi memiliki tantangan dan peluang mencapai masa depannya masing – masing.

Bahaya kaum milenial yang acuh terhadap kondisi politik, karena sangat berdampak pada baik buruknya kondisi bangsa. Seperti yang kita ketahui Indonesia memasuki momentum tahun politik yang sangat rentan dengan konflik antar kubu satu dengan lainnya, kawan bisa menjadi lawan dan lawan bisa menjadi kawan. Kalimat inilah yang kiranya tepat disampaikan kepada khalayak karena dalam dunia politik tidak ada teman sejati yang ada hanyalah kepentingan abadi.

Dengan berkepentingan politik semua bisa berubah dengan sangat cepat, bahkan bisa kita lihat sodara sekandungpun bisa saling membenci jika berbeda pilihan, politik bagaikan cuaca yang susah untuk ditebak, mendung bukan berarti akan terjadi hujan dan panas berkemungkinan hujan.

Kaum milenial sebagai penentu masa depan politik

Halaman
12
Tags
Malang
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved