Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Makin Perkasa Ke Posisi Rp 14.862 Per Dollar AS

Penguatan rupiah terbantu oleh membaiknya data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III lalu

Nilai Tukar Rupiah Makin Perkasa Ke Posisi Rp 14.862 Per Dollar AS
Tribunnews.com
Nilai tukar Rupiah menguat 

SURYAMALANG.COM,  JAKARTA - Nilai tukar rupiah menguat lagi terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (6/11). Mengutip Bloomberg pukul 10.16 WIB, rupiah menguat 0,77 persen ke level Rp 14.862 per dollar AS.

Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pun menguat 0,54 persen ke Rp 14.891 per dollar AS. Posisi Jisdor ini menguat dalam lima hari perdagangan berturut-turut hingga hari ini.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan, penguatan rupiah terbantu oleh membaiknya data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III lalu. Badan Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 5,17 persen (yoy) pada kuartal III 2018 atau lebih tinggi dari estimasi analis sebesar 5,15 persen (yoy).

Di samping itu, rupiah juga diuntungkan oleh ketidakpastian yang dialami dollar AS. Hal ini seiring dengan berlangsungnya pemilu paruh waktu di AS sehingga investor cenderung berhati-hati melakukan aktivitas perdagangan di pasar keuangan AS.

Dollar AS juga tertekan lantaran mata uang di kawasan Eropa mulai membaik, contohnya euro. “Pemerintah Italia sudah mau berkompromi soal masalah anggaran belanja dengan komite Eropa,” kata Faisyal.

Faisyal memperkirakan, rupiah masih akan menguat, mengingat dollar AS masih berpotensi terkoreksi sepanjang hari ini. Prediksi Faisyal, rupiah akan bergerak menguat di kisaran Rp 14.815 - Rp 14.935 per dollar AS pada hari ini.

Sedangkan Ahmad Mikail, ekonom Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan, indeks dollar AS stabil di level 96-96,30. Stabilnya dollar di level terkini disebabkan oleh ekspektasi investor terhadap terciptanya kesepakatan perdagangan antara AS—China jelang pertemuan G-20 tanggal 30 November nanti.

Selain itu, naiknya bursa saham AS jelang pemilu paruh waktu diperkirakan akan membatasi permintaan dollar AS. “Hal ini karena investor cenderung memandang positif melihat kemungkinan hasil pemilu yang akan dimenangkan oleh partai Demokrat,” imbuh Mikail dalam riset, hari ini.

Indeks dollar masih berada di 96,33, menguat tipis dari 96,28 pada posisi kemarin. Indeks dollar bertahan di sekitar level 96 sejak Kamis pekan lalu.

Sementara, sebagian besar mata uang Asia hari ini justru melemah. Hanya rupiah, peso, yuan, dan dollar Singapura yang menguat terhadap the greenback.

Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved