Malang Raya

Kemenag Lakukan Assesment Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah di Kota Malang

Kementerian Agama (Kemenag) sudah melakukan Assesment Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah (APKGM) di Kota Malang

Kemenag Lakukan Assesment Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah di Kota Malang
IST
Pertemuan para guru madrasah di Assesment Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah (APKGM) Kota Malang pada akhir Oktober 2018 lalu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kementerian Agama (Kemenag) sudah melakukan Assesment Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah (APKGM) di Kota Malang. Menurut M Burhanuddin, Humas Kemenag Kota Malang, baru tahun ini kegiatan seperti ini dilakukan.

"APKGM dilakukan untuk semua jenjang," jelas Burhan pada SURYAMALANG.COM, Rabu (7/11/2018).

Mulai guru RA hingga MA. Kegiatan telah dilaksanakaan pada akhir Oktober 2018 lalu. Hasil dari assesment akan dipakai sebagai pemetaan guru madrasah.

Tujuannya agar makin meningkatkan profesionalisme guru. "Misalkan nanti hasilnya ada yang kurang, maka akan ditingkatkan kompetensinya. Semua nanti kan muaranya buat anak didik," paparnya.

Katanya, apa yang dilakukan kemenag sama saja dengan yang dilakukan dindik kepada para gurunya agar makin meningkat kompetensinya.

Bentuk assesmentnya adalah ujian berbasis IT lewat HP. Sejauh ini ia belum mengetahui hasilnya. "Jika keluar nilainya ya tidak dipublish," jawabnya.

Tapi bisa jadi data kemenang dan analisis jabatan serta penanganannnya. Sementara Samsudin, Kepala MTs Negeri 1 Kota Malang menyatakan APKGM merupakan program Kemenag Jatim yang dilaksanakan kemenag kota/kabupaten di Jatim.

Ada 176 guru MTs se Kota Malang yang ikut karena kebetulan tempatnya dijadikan lokasi APKGM. Sedang di MAN 2 jadi lokasi untuk guru MA.

"Yang ikut tak hanya guru agama. Tapi juga guru mapel yang diunaskan, USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) juga guru untuk mapel ujian akhir madrasah.

Sedang guru di MTs Negeri 1 yang ikut ada 34 orang. "Kebanyakan yang ikut guru-guru yang sertifikasi," jelas Sam.

Ia memandang program ini bagus karena bisa mendapatkan gambaran nyata guru madrasah. Sehingga yang kurang kompetensinnya dapat pembinaan.

Sedang bagi guru-guru sendiri, adanya APKGM maka harus mempersiapkan diri. Namun tak hanya untuk tujuan assesment juga pembelajaran.

"Saya pikir banyak untungnya," papar Samsudin.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved