Tulungagung

Kepala Sekolah dan Kepala Desa Perlu Berani Melawan Wartawan Abal-abal

Banyak oknum mengaku wartawan datang ke sekolah dengan cara menakut-nakuti.

Kepala Sekolah dan Kepala Desa Perlu Berani Melawan Wartawan Abal-abal
web
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Banyak oknum mengaku wartawan datang ke sekolah dengan cara menakut-nakuti.

Ujung-ujungnya mereka minta uang, agar sekolah itu tidak diberitakan miring.

Menurut Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung, M Imron Danu, mereka sebenarnya hanya mengaku sebagai wartawan.

"Sebelumnya mereka menyasar kantor desa, tujuannya minta uang saku ke kepala desa atau perangkat desa," terang Imron.

Sebagai gambaran, di Tulungagung ada 271 desa dan kelurahan.

Jika dalam satu hari mereka mendatangi empat kantor desa, dan setiap kantor desa mendapat uang saku Rp 25 juta, maka dalam satu hari dapat Rp 100.000.

"Misalnya lima hari kerja, dalam satu bulan dapatnya Rp 2.000.000," tambah Imron.

Namun seiring perjalanan waktu, bukan hanya desa yang didatangi.

Namun juga sekolah-sekolah. Salah satu alasannya karena ada dana BOS, dan sekolah lebih mudah diintimidasi.

"Pada akhirnya ada modus bodrek yang menawarkan diri menjadi backing sekolah. Mereka berani menjamin, tidak ada wartawan yang berani kritis ke sekolah itu," tambah Imron.

Imron berharap para kelapa sekolah maupun perangkat desa berani melawan.

Jangan sampai memberi uang, karena sekali diberi mereka akan rutin datang kembali minta uang.

Jika diberikatan miring tanpa fakta, bisa disengketakan ke dewan pers.

"Dewan pers akan memberi pertimbangan, mereka termasuk pers atau bukan. Kalau bukan, maka masuknya ke pidana," tandas Imron. 

Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved